Cari

Memecah Sunyi Aziza

Perjalanan Untuk Bisa Mendengar dan Berbicara

Tag

tuli

Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea

IMG_6003

Banyak kisah dan curhatan pada saya tentang bullying atau intimidasi yang dialami beberapa ortu implan. Ironisnya, biasanya dilakukan oleh sesama ortu anak tuli/ tuna rungu atau oleh orang yang memang tuna rungu.

Saya kumpulkan cerita-cerita tersebut agar orang tua yang mau implan maupun yang sudah implan bersiap kalau suatu saat mengalami bullying tersebut. Biar tidak kaget.. Saya tuliskan juga agar yang berbeda pilihan tidak memusuhi kami yang implan. Buat apa sih menjelekkan pilihan orang lain dan menyakiti yang implan? Apa untungnya sih?

Berikut kisah-kisah yang dapat saya tuliskan:

 

Continue reading “Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea”

Aziza Ketemu Kak Nathania

Perkenalkan ini Nathania Tifara Sjarief, orang Indonesia PERTAMA yang menjalani implan koklea. Dia operasi tahun 1992 di Amerika. Saat itu masih awal-awal implan dipasarkan, pemakainya sangat minim dan belum ada internet untuk cari info. Sebuah keputusan besar dari orang tuanya. Kini, sudah 26 tahun Nathania pakai implan yang telah banyak membantu hidupnya.

Dengan implan, orang tuli/ tuna rungu dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat bisa mendengar dan berbicara lancar. Contohnya Nathania, bahkan dia lulus S1 dan S2 cumlaude. Kini dia membuka usaha sendiri di bidang pendidikan. Ini cuma info saja tentang implan bahwa semua kabar buruk tentang implan misal membuat bodoh itu tak semuanya benar 🙆.

IMG_3758.JPG

Continue reading “Aziza Ketemu Kak Nathania”

Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker

“Pa.. Ini mimpi apa bukan ya pa? Ini beneran? Bukan mimpi?” tanya Wulan Anggraeni berulangkali pada Lucky, suaminya saat boncengan di atas motor dari Jakarta ke Cibinong. Dia kaget campur senang saat dikabari mendapat donasi implan koklea senilai Rp 340 juta buat anaknya Aufa Saladin Endey yang tuna rungu/ tuli.

Wulan masih tak percaya tiba-tiba mendapat kabar baik yang memang berbulan-bulan diimpikannya. Sebelumnya dia dan suami berharap membelikan alat pendengaran itu buat anaknya. Di atas motor, dia mencubit diri sendiri, memastikan tak sedang bermimpi.

Rupanya hal itu memang kenyataan. Anaknya yang lahir 12 November 2013 dipilih untuk mendapat implan koklea oleh pihak Kasoem Hearing Center, Cochlear dan pemberi donasi. Ada beberapa alasan mereka memilih Aufa, diantaranya semangat dan dedikasi orang tuanya.

IMG_1893

Continue reading “Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker”

Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra

Aziza akhirnya ketemu teman lama emaknya yaitu Cheta Nilawaty, seorang wartawan Tempo penyandang tuna netra. Cheta ikut sesi Auditory Verbal Therapy Aziza dan juga tes berkala Aided Free Field Test untuk mengetahui kemampuan dengar Aziza. Dia pengen tau gimana sih anak tuna rungu belajar mendengar dan bicara. 😍

IMG_7956

Continue reading “Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra”

Anak-anak Pemakai Implan Peraih Emas

Nadia, Azel dan Didan dengan medali emasnya.

Ada info yang sesat bahwa implan koklea bisa membuat gila, bodoh atau membatasi aktifitas. Ketiga anak ini membuktikan, Implan koklea tak menghalangi pemakainya untuk tetap berprestasi. Baru-baru ini, Azelia Salsabila (13 tahun), Daneshvara Raja Woga (12 tahun) dan Nadia Safira Zafira (10 tahun 10 bulan) mendapatkan medali emas di bidang olahraga. Ketiganya tuna rungu yang lancar bicara.

Continue reading “Anak-anak Pemakai Implan Peraih Emas”

Syuting Aziza

IMG_3414

Seharian ini Aziza menjalani syuting dari jam 9.30 pagi sampai jam 4 sore. Pengambilan gambar dilakukan oleh tim pembuat video dari Sydney, Australia. Mereka merekam aktifitas keseharian Aziza bersama keluarga dan anak-anak tetangga. Sungguh pengalaman baru buat kami sekeluarga.

Continue reading “Syuting Aziza”

Delegasi Tuli Indonesia Ikut Children Camp di Argentina

IMG_3103

Untuk pertama kalinya, dua wakil anak Tuli Indonesia mengikuti ajang children camp sedunia. Keduanya adalah Yusi Aprilia (10 tahun) asal Pontianak dan Udana Maajid Pratista (13 tahun) asal Magelang yang berangkat ke Buenos Aires, Argentina Kamis siang (5/4). Mereka adalah anak-anak yang berbahasa isyarat.

Continue reading “Delegasi Tuli Indonesia Ikut Children Camp di Argentina”

Mengejar ‘Orang Pintar’

IMG_3020
Ketika anak divonis ada gangguan pendengaran, tak sedikit orang tua yang berusaha mencari ‘orang pinter’ alias ‘penyembuh alternatif’ atau ‘dukun’ di jalur alternatif di luar medis. Berbagai macam metode yang dilakukan. Ada pula perintah aneh-aneh misalkan memakai celana dalam terbalik. hehe

Continue reading “Mengejar ‘Orang Pintar’”

Menghadapi 1001 Pertanyaan dan Komen (Yang Kadang Kejam)

Dalam hidup, kita takkan bisa mengontrol sikap orang lain kepada kita atau pada anak spesial kita. Kadang orang bisa bersikap tak enak atau berucap pedas entah disengaja maupun tak disengaja. Yang bisa kita lakukan adalah harus siap menghadapi dan kita persiapkan anak agar kelak mampu menghadapinya dengan tegar dan tidak emosi.

Continue reading “Menghadapi 1001 Pertanyaan dan Komen (Yang Kadang Kejam)”

Masudin Lagi, Masudin Lagi. 😊 Lagi-lagi Ketemu Pertanyaan Soal Masudin

Selama ini berkali-kali ada saja yang bertanya atau ngasih info soal Masudin Jombang pada saya atau di grup fb Dunia Tak Lagi Sunyi (DTLS), sebuah komunitas tuna rungu. Buat yang ikut DTLS, sebenarnya kalau mau mencari ya sudah begitu banyak yang nanya dan ada puluhan atau ratusan cerita atau testimoninya. Mungkin karena quota internet terbatas, gaptek, atau mau cepet jadi nggak buka history.

Continue reading “Masudin Lagi, Masudin Lagi. 😊 Lagi-lagi Ketemu Pertanyaan Soal Masudin”

Menyiapkan Anak Tuli Untuk Menghadapi Bullying

Bullying bisa terjadi di mana saja pada siapa saja misalnya terhadap yang lemah atau berbeda. Banyak cerita anak tuli atau tuna rungu pun menjadi korban bullying entah di sekolah, di lingkungan rumah atau di mana saja. Berikut ini saya tuliskan pengalaman beberapa anak tuna rungu jadi korban bullying di sekolah dan cerita orang tua menyiapkan anaknya menghadapinya.

Kayla Angelene yang masih berumur 12 tahun bercerita pengalamannya dibully di sekolahnya. Dia mengalami gangguan pendengaran sangat berat di kedua telinganya dan mendapatkan implan koklea di tahun 2008.

Continue reading “Menyiapkan Anak Tuli Untuk Menghadapi Bullying”

Makeup Artist

Aziza sering melihat ibunya berdandan. Biasanya dia pun ikutan dandan di wajahnya sendiri. Tapi semalam dia ingin mendandani emaknya. Hehe. Baiklaaaah, nurut saja sambil ngobrol. Aziza saat ini sudah mulai bisa diajak dialog pendek. Hasilnya? hehehehe kayak orang bengkak-bengkak wajahnya..

Untuk anak tuna rungu, keluarga harus sering mengajak bicara, memberi tahu kosakata baru, meminta menirukan dan bertanya untuk melatih anak mengingat kata serta mendorong spontanitas. Latihan mendengar dan bicara ini bisa dilakukan dalam kegiatan apapun: memasak, berkebun, mencuci baju, mencuci piring, bersih-bersih rumah, merawat binatang dan lainnya. Buat semua orang tua, tetap semangat ya 😊

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑