Cari

Memecah Sunyi Aziza

Perjalanan Untuk Bisa Mendengar dan Berbicara

Tag

tuli

BUDEG dan CEREWET

9075BE02-0A05-4C0B-884A-F884CA289A62

“Sudah jangan cerewet.. Mama lagi sibuk,” bentak seorang perempuan kesal sambil pegang gadget. “Anak kecil cerewet amat sih. Nurut aja sama orang tua,” kata yang lain. “Kamu budeg ya? Dipanggil nggak nyahut. Diajak omong diam saja!” Kira-kira gitu diucapkan orang pada anaknya sambil kesal. Matanya melotot. (Ehem.. semoga teman fbku tak ada yang pernah keceplosan marah gini).

Hiks.. Mereka tak tahu perjuangan orang tua anak-anak tuli sepertiku agar anaknya bisa mendengar, berbicara dan cerewet. Sungguh mendengar dan kecerewetan itu berbiaya mahal.. Andai mereka tahu.. 😊

Lanjutkan membaca “BUDEG dan CEREWET”

Iklan

Hari Kedua Sekolah

00EA66D8-C12D-49BC-A495-44298E570A61

Hari kedua sekolah, kami berangkat naik bajaj. Pas sampai, bune bayar bajaj. Eh ya ampuuun, Aziza lari kuenceng masuk sekolah saking semangatnya. Dia ninggalin ibunya trus dadah-dadah cium jauh di pintu hehe..

“Bye bye mamiiiiiii. Aziza sayang mamiiiiii.” 😍

Lanjutkan membaca “Hari Kedua Sekolah”

Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea

IMG_6003

Banyak kisah dan curhatan pada saya tentang bullying atau intimidasi yang dialami beberapa ortu implan. Ironisnya, biasanya dilakukan oleh sesama ortu anak tuli/ tuna rungu atau oleh orang yang memang tuna rungu.

Saya kumpulkan cerita-cerita tersebut agar orang tua yang mau implan maupun yang sudah implan bersiap kalau suatu saat mengalami bullying tersebut. Biar tidak kaget.. Saya tuliskan juga agar yang berbeda pilihan tidak memusuhi kami yang implan. Buat apa sih menjelekkan pilihan orang lain dan menyakiti yang implan? Apa untungnya sih?

Berikut kisah-kisah yang dapat saya tuliskan:

 

Lanjutkan membaca “Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea”

Aziza Ketemu Kak Nathania

Perkenalkan ini Nathania Tifara Sjarief, orang Indonesia PERTAMA yang menjalani implan koklea. Dia operasi tahun 1992 di Amerika. Saat itu masih awal-awal implan dipasarkan, pemakainya sangat minim dan belum ada internet untuk cari info. Sebuah keputusan besar dari orang tuanya. Kini, sudah 26 tahun Nathania pakai implan yang telah banyak membantu hidupnya.

Dengan implan, orang tuli/ tuna rungu dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat bisa mendengar dan berbicara lancar. Contohnya Nathania, bahkan dia lulus S1 dan S2 cumlaude. Kini dia membuka usaha sendiri di bidang pendidikan. Ini cuma info saja tentang implan bahwa semua kabar buruk tentang implan misal membuat bodoh itu tak semuanya benar 🙆.

IMG_3758.JPG

Lanjutkan membaca “Aziza Ketemu Kak Nathania”

Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker

“Pa.. Ini mimpi apa bukan ya pa? Ini beneran? Bukan mimpi?” tanya Wulan Anggraeni berulangkali pada Lucky, suaminya saat boncengan di atas motor dari Jakarta ke Cibinong. Dia kaget campur senang saat dikabari mendapat donasi implan koklea senilai Rp 340 juta buat anaknya Aufa Saladin Endey yang tuna rungu/ tuli.

Wulan masih tak percaya tiba-tiba mendapat kabar baik yang memang berbulan-bulan diimpikannya. Sebelumnya dia dan suami berharap membelikan alat pendengaran itu buat anaknya. Di atas motor, dia mencubit diri sendiri, memastikan tak sedang bermimpi.

Rupanya hal itu memang kenyataan. Anaknya yang lahir 12 November 2013 dipilih untuk mendapat implan koklea oleh pihak Kasoem Hearing Center, Cochlear dan pemberi donasi. Ada beberapa alasan mereka memilih Aufa, diantaranya semangat dan dedikasi orang tuanya.

IMG_1893

Lanjutkan membaca “Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker”

Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra

Aziza akhirnya ketemu teman lama emaknya yaitu Cheta Nilawaty, seorang wartawan Tempo penyandang tuna netra. Cheta ikut sesi Auditory Verbal Therapy Aziza dan juga tes berkala Aided Free Field Test untuk mengetahui kemampuan dengar Aziza. Dia pengen tau gimana sih anak tuna rungu belajar mendengar dan bicara. 😍

IMG_7956

Lanjutkan membaca “Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra”

Anak-anak Pemakai Implan Peraih Emas

Nadia, Azel dan Didan dengan medali emasnya.

Ada info yang sesat bahwa implan koklea bisa membuat gila, bodoh atau membatasi aktifitas. Ketiga anak ini membuktikan, Implan koklea tak menghalangi pemakainya untuk tetap berprestasi. Baru-baru ini, Azelia Salsabila (13 tahun), Daneshvara Raja Woga (12 tahun) dan Nadia Safira Zafira (10 tahun 10 bulan) mendapatkan medali emas di bidang olahraga. Ketiganya tuna rungu yang lancar bicara.

Lanjutkan membaca “Anak-anak Pemakai Implan Peraih Emas”

Syuting Aziza

IMG_3414

Seharian ini Aziza menjalani syuting dari jam 9.30 pagi sampai jam 4 sore. Pengambilan gambar dilakukan oleh tim pembuat video dari Sydney, Australia. Mereka merekam aktifitas keseharian Aziza bersama keluarga dan anak-anak tetangga. Sungguh pengalaman baru buat kami sekeluarga.

Lanjutkan membaca “Syuting Aziza”

Delegasi Tuli Indonesia Ikut Children Camp di Argentina

IMG_3103

Untuk pertama kalinya, dua wakil anak Tuli Indonesia mengikuti ajang children camp sedunia. Keduanya adalah Yusi Aprilia (10 tahun) asal Pontianak dan Udana Maajid Pratista (13 tahun) asal Magelang yang berangkat ke Buenos Aires, Argentina Kamis siang (5/4). Mereka adalah anak-anak yang berbahasa isyarat.

Lanjutkan membaca “Delegasi Tuli Indonesia Ikut Children Camp di Argentina”

Mengejar ‘Orang Pintar’

IMG_3020
Ketika anak divonis ada gangguan pendengaran, tak sedikit orang tua yang berusaha mencari ‘orang pinter’ alias ‘penyembuh alternatif’ atau ‘dukun’ di jalur alternatif di luar medis. Berbagai macam metode yang dilakukan. Ada pula perintah aneh-aneh misalkan memakai celana dalam terbalik. hehe

Lanjutkan membaca “Mengejar ‘Orang Pintar’”

Menghadapi 1001 Pertanyaan dan Komen (Yang Kadang Kejam)

Dalam hidup, kita takkan bisa mengontrol sikap orang lain kepada kita atau pada anak spesial kita. Kadang orang bisa bersikap tak enak atau berucap pedas entah disengaja maupun tak disengaja. Yang bisa kita lakukan adalah harus siap menghadapi dan kita persiapkan anak agar kelak mampu menghadapinya dengan tegar dan tidak emosi.

Lanjutkan membaca “Menghadapi 1001 Pertanyaan dan Komen (Yang Kadang Kejam)”

Masudin

Selama ini berkali-kali ada saja yang bertanya atau ngasih info soal Masudin Jombang pada saya atau di grup fb Dunia Tak Lagi Sunyi (DTLS), sebuah komunitas tuna rungu. Buat yang ikut DTLS, sebenarnya kalau mau mencari ya sudah begitu banyak yang nanya dan ada puluhan atau ratusan cerita atau testimoninya. Mungkin karena quota internet terbatas, gaptek, atau mau cepet jadi nggak buka history.

Lanjutkan membaca “Masudin”

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑