Cari

Memecah Sunyi Aziza

Perjalanan Untuk Bisa Mendengar dan Berbicara

Tag

implan koklea

Aziza, Gigi dan Percaya Diri

Banyak teman yang kaget saat tahu biaya mengurus gigi Aziza total mencapai sekitar 16 juta, seharga motor baru. Mungkin banyak yang menganggap gigi gigis bagi anak-anak adalah hal biasa, otomatis lepas sendiri jadi tak perlu sampai segitunya ngeluarin duit. Baiklah, kuceritakan saja. Ini bukan soal gigi semata. Tapi juga soal kesehatan dan kepercayaan diri Aziza yang kami bangun susah payah tapi tergerus karena gigi.

Aziza dalam kondisi terbius.
Lanjutkan membaca “Aziza, Gigi dan Percaya Diri”

BUDEG dan CEREWET

9075BE02-0A05-4C0B-884A-F884CA289A62

“Sudah jangan cerewet.. Mama lagi sibuk,” bentak seorang perempuan kesal sambil pegang gadget. “Anak kecil cerewet amat sih. Nurut aja sama orang tua,” kata yang lain. “Kamu budeg ya? Dipanggil nggak nyahut. Diajak omong diam saja!” Kira-kira gitu diucapkan orang pada anaknya sambil kesal. Matanya melotot. (Ehem.. semoga teman fbku tak ada yang pernah keceplosan marah gini).

Hiks.. Mereka tak tahu perjuangan orang tua anak-anak tuli sepertiku agar anaknya bisa mendengar, berbicara dan cerewet. Sungguh mendengar dan kecerewetan itu berbiaya mahal.. Andai mereka tahu.. 😊

Lanjutkan membaca “BUDEG dan CEREWET”

Hari Kedua Sekolah

00EA66D8-C12D-49BC-A495-44298E570A61

Hari kedua sekolah, kami berangkat naik bajaj. Pas sampai, bune bayar bajaj. Eh ya ampuuun, Aziza lari kuenceng masuk sekolah saking semangatnya. Dia ninggalin ibunya trus dadah-dadah cium jauh di pintu hehe..

“Bye bye mamiiiiiii. Aziza sayang mamiiiiii.” 😍

Lanjutkan membaca “Hari Kedua Sekolah”

Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea

IMG_6003

Banyak kisah dan curhatan pada saya tentang bullying atau intimidasi yang dialami beberapa ortu implan. Ironisnya, biasanya dilakukan oleh sesama ortu anak tuli/ tuna rungu atau oleh orang yang memang tuna rungu.

Saya kumpulkan cerita-cerita tersebut agar orang tua yang mau implan maupun yang sudah implan bersiap kalau suatu saat mengalami bullying tersebut. Biar tidak kaget.. Saya tuliskan juga agar yang berbeda pilihan tidak memusuhi kami yang implan. Buat apa sih menjelekkan pilihan orang lain dan menyakiti yang implan? Apa untungnya sih?

Berikut kisah-kisah yang dapat saya tuliskan:

 

Lanjutkan membaca “Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea”

Aziza Ketemu Kak Nathania

Perkenalkan ini Nathania Tifara Sjarief, orang Indonesia PERTAMA yang menjalani implan koklea. Dia operasi tahun 1992 di Amerika. Saat itu masih awal-awal implan dipasarkan, pemakainya sangat minim dan belum ada internet untuk cari info. Sebuah keputusan besar dari orang tuanya. Kini, sudah 26 tahun Nathania pakai implan yang telah banyak membantu hidupnya.

Dengan implan, orang tuli/ tuna rungu dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat bisa mendengar dan berbicara lancar. Contohnya Nathania, bahkan dia lulus S1 dan S2 cumlaude. Kini dia membuka usaha sendiri di bidang pendidikan. Ini cuma info saja tentang implan bahwa semua kabar buruk tentang implan misal membuat bodoh itu tak semuanya benar 🙆.

IMG_3758.JPG

Lanjutkan membaca “Aziza Ketemu Kak Nathania”

Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker

“Pa.. Ini mimpi apa bukan ya pa? Ini beneran? Bukan mimpi?” tanya Wulan Anggraeni berulangkali pada Lucky, suaminya saat boncengan di atas motor dari Jakarta ke Cibinong. Dia kaget campur senang saat dikabari mendapat donasi implan koklea senilai Rp 340 juta buat anaknya Aufa Saladin Endey yang tuna rungu/ tuli.

Wulan masih tak percaya tiba-tiba mendapat kabar baik yang memang berbulan-bulan diimpikannya. Sebelumnya dia dan suami berharap membelikan alat pendengaran itu buat anaknya. Di atas motor, dia mencubit diri sendiri, memastikan tak sedang bermimpi.

Rupanya hal itu memang kenyataan. Anaknya yang lahir 12 November 2013 dipilih untuk mendapat implan koklea oleh pihak Kasoem Hearing Center, Cochlear dan pemberi donasi. Ada beberapa alasan mereka memilih Aufa, diantaranya semangat dan dedikasi orang tuanya.

IMG_1893

Lanjutkan membaca “Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker”

Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra

Aziza akhirnya ketemu teman lama emaknya yaitu Cheta Nilawaty, seorang wartawan Tempo penyandang tuna netra. Cheta ikut sesi Auditory Verbal Therapy Aziza dan juga tes berkala Aided Free Field Test untuk mengetahui kemampuan dengar Aziza. Dia pengen tau gimana sih anak tuna rungu belajar mendengar dan bicara. 😍

IMG_7956

Lanjutkan membaca “Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra”

Perjalanan Noel Mendengar dengan Implan Koklea

“Mukjizat itu nyata,” kata Replan Manik, ayah Christoper Tigor Noel Manik (4,4 tahun) penuh suka cita saat bercerita soal implan koklea. Replan dan istrinya Melody Siburian tak menyangka Noel mengalami gangguan dengar sangat berat. Mereka sudah berupaya memakaikan ABD, namun tak banyak perubahan. Akhirnya mereka memutuskan implan koklea.

Tuhan pun memudahkan jalan mereka. Noel akhirnya menjalani operasi implan koklea 22 November 2017. Kini Dia banyak menunjukkan kemajuan. “Semoga Tuhan selalu memberkahi kami,” doa Replan Amani Aaron Manik.

Bagi saya sendiri yang mengikuti perjuangan Noel. Saya salut dengan ayah ibunya.

Memahami Resiko Implan Koklea dan Antisipasinya

Aziza berjalan di depan poster implan koklea di RSCM

Ada info salah soal implan koklea bahwa anak bisa gila, sakit menjerit-jerit, membuat bodoh, susah menghafal, sangat berbahaya dan lainnya. Karena itu implan koklea harus dilarang. Ada juga penolak implan lain mencontohkan anak pemakainya yang gagal mendengar dan bicara. Di sisi lain dunia medis internasional sudah mengakuinya dan lebih dari setengah juta orang di dunia pemakai implan sudah terbantu. Seberapa bahaya sih? Saya pun wawancara khusus dengan Dokter Harim Priyono Sp.THT-KL yang sudah mengoperasi sekitar 310 pasien implan di Indonesia .

Lanjutkan membaca “Memahami Resiko Implan Koklea dan Antisipasinya”

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑