Cari

Memecah Sunyi Aziza

Perjalanan Untuk Bisa Mendengar dan Berbicara

Tag

implan koklea

Pertama Kali Ulangan Bahasa Inggris

Anak wedhok ulangan bahasa Inggris untuk pertama kalinya. Lumayanlah dapat skor 95 dr 100.. Nilai bukan tujuan, yang penting gimana pemahaman dia dan ngerjain sendiri 😍. Seneng liat perjuangannya belajar bahasa Inggris, berusaha memahami, fokus mendengar bahasa yang asing buatnya dan belajar ngucapin yang tak mudah buat lidahnya. ❀️

Implan Koklea dan Pahit-pahitnya

Banyak yang mau operasi implan koklea buat anaknya, tapi tak mengerti apa yang akan dihadapinya. Saya tuliskan pahit-pahitnya untuk jadi pertimbangan. Bukannya saya mau menggembosi sebuah ikhtiar. Tidak. Tapi memberi informasi untuk pertimbangan sebelum memutuskan langkah. Implan koklea tak selalu manis dan tak semudah membalik telapak tangan membuat anak bicara verbal. Ibarat jalan, bukan melulu jalan tol mulus yang ditempuh, tapi ada jalan terjal dan berliku. Sisi pahitnya perlu dilihat, jangan hanya melihat manisnya saja. Saya juga bukan endorser implan. Kalau siap dan yakin, silahkan lanjutkan. Kalau ragu jangan lakukan.

Lanjutkan membaca “Implan Koklea dan Pahit-pahitnya” β†’

Jajan 10 Juta dan Bersyukur


Kalau hidupmu berat, jangan ngrasa jadi orang yang termalang sedunia. Semua orang punya masalah yang dihadapi. Beratnya bisa brasa sama berat banget meski bentuknya beda. Kayak org putus pacaran, bagi satu orang ringan, buat yang lain bisa berat banget bahkan bisa gila atau bahkan bundir. Hiks. Buka mata, buka hati. Orang itu wang sinawang. Yang terlihat hidup wow, kadang tiba tiba jebret kena narkoba karena gak bahagia hidupnya atau wow gonjreng tapi terlilit utang di mana-mana. Di sisi lain, ada yang hidup dilihat susah oleh orang lain, misal buruh biasa ternyata rumahnya hangat, keluarganya adem ayem dan tenang. Terus bersyukur itu yang bisa menjaga hati. 😊

Kalau kepalamu tak perlu dibor, telingamu tak perlu pakai batre untuk mendengar, bersyukurlah. Dikasih sehat, mendengar gratis itu berkah luar biasa. Gak kebayang tho, klean lagi denger musik atau lagi ngobrol seru tiba-tiba makpet hening total semua karena batre habis hehe. πŸ™ˆπŸ’†β€β™€οΈ

Kalau memang terlahir tuna rungu dan memilih jalan mendengar, trus harus pakai alat ratusan juta, harus beli batre, kabel ya bersyukurlah kalau masih kebeli. 😊Intinya tetep bersyukur. Alhamdulillah masih ada rejeki. Alhamdulillah dapat diskon tipis-tipis. Ehem..

Ini Edisi menghibur diri jajan batre 10 juta buat Aziza (diskonnya gak kusebut ya hihi). Jajan yang harus siap seumur hidup. Ini baru jajanan printilan. Belum jajan utama, beli alat reguler upgrade 200-300 juta per 6-8 tahun πŸ™†β€β™€οΈπŸ’ͺ. Sehat kuat, sehat kuat, sehat kuaaat..

Kemarin kondisi ‘telinga’ Aziza bikin trenyuh. Batre bawaan beli alat yang rechargable ada 4. Yang 1 sudah mati total sudah sejak setahun lalu. Jadi sejak itu cuma pakai 3 gantian. Baru pakai alat dua jam, baterai di telinga kanan habis. “Mami batre alat Aziza habis. Aku gak bisa dengar”. Jreeeng. Ganti pakai cadangan. Yang mati dicas. Eh gak lama ganti yang kiri. “Papi alat yang kiri mati juga.” 🀣. Trus ganti yang dicas tadi 🀣 . Dah kepake semuanya dong 3.

Lanjutkan membaca “Jajan 10 Juta dan Bersyukur” β†’

COBAAN vs BERKAH


Bagi sebagian orang hidupku serba enak, ketawa-tawa mulu dan pengen kayak aku. (Beberapa menyatakan langsung gitu ke aku) πŸ™ˆπŸ˜¬. Bagi sebagian orang lainnya, hidupku beraaaaat banget punya anak spesial dan gak kebayang njalaninya. πŸ™ˆπŸ˜¬. Dua hal yang bertolak belakang.

So.. kesimpulannya semua itu relatif hehe.. Buatku, hidupku berubah banget karena Aziza. Jadi lebih sabar, lebih bisa menghargai hidup dan bisa ngrasa seneng banget atas hal-hal kecil dalam hidup. 😬Brasa berlimpah-limpah berkah dan cinta kasih dari begitu banyak orang, datang bergelombang seperti ombak ra uwis-uwis.❀️ So, apakah Aziza cobaan? Mmm.. Saat awal, memang brasa berat banget nget nget kayak cobaan hidup yang gelap gulita. Dulu sedihnya terasa sampai ke darah, berdesir-desir. Literally ya. Brasa berat. Makin kesini, semua pandanganku berubah. Aziza dengan keistimewannya adalah berkah, bukan cobaan apalagi hukuman. 😍.


Semua orang punya ujian, cobaan dan tantangannya sendiri dalam hidup. Ada yang punya masalah ekonomi yang mencekik, ada yang ditinggal pergi atau ditinggal meninggal pasangan, ada yang rumahnya kayak neraka karena pasangan tak harmonis, ada yang tersiksa menahun karena mertua dan ipar, ada yang diberi ujian anaknya kena masalah hukum/ narkoba atau malah nggak percaya agama dan membuat stress ortu, ada yang putus-putuuuus terus gak nemu jodoh, ada yang tak dikasih anak sementara banyak yang tak menginginkan anak malah justru dikasih mudah dan anaknya ditelantarkan, dan ada juga yang dikasih cobaan sakit tak kunjung sembuh. Hiks πŸ™ˆ. Semua berat loh, apalagi kalau ditambah terus ngeluh dan terus menyalahkan Tuhan “kenapa aku harus mengalaminya? Kenapa? ” 😒. Hal yang berat yang sebenarnya ada jalan keluar akan terasa lebih berat.

Lanjutkan membaca “COBAAN vs BERKAH” β†’

Aziza Mendongeng Nabi Yunus

Ada yang mau dengar Aziza mendongeng? Ini Aziza baca kisah Nabi Yunus full 1 buku, 10 menit. Sabar ya, anggap aja dengerin dongeng menjelang tidur hehe.. Untuk ngajarin Aziza bersuara dari 0, sampai tahap bisa baca dan paham kalimat itu rasanya berdarah-darah, berderai air mata hehe.. Ah nyes liat perkembangannya.😍 #Tuli #TunaRungu #Implankoklea (Sekarang umur 6,5 Tahun). Btw, kaos dari tante Meidy ❀️.

Ini videonya ya:

https://www.facebook.com/713333048/posts/10157865352143049/?extid=0&d=n

Aziza, Gigi dan Percaya Diri

Banyak teman yang kaget saat tahu biaya mengurus gigi Aziza total mencapai sekitar 16 juta, seharga motor baru. Mungkin banyak yang menganggap gigi gigis bagi anak-anak adalah hal biasa, otomatis lepas sendiri jadi tak perlu sampai segitunya ngeluarin duit. Baiklah, kuceritakan saja. Ini bukan soal gigi semata. Tapi juga soal kesehatan dan kepercayaan diri Aziza yang kami bangun susah payah tapi tergerus karena gigi.

Aziza dalam kondisi terbius.
Lanjutkan membaca “Aziza, Gigi dan Percaya Diri” β†’

BUDEG dan CEREWET

9075BE02-0A05-4C0B-884A-F884CA289A62

“Sudah jangan cerewet.. Mama lagi sibuk,” bentak seorang perempuan kesal sambil pegang gadget. “Anak kecil cerewet amat sih. Nurut aja sama orang tua,” kata yang lain. “Kamu budeg ya? Dipanggil nggak nyahut. Diajak omong diam saja!” Kira-kira gitu diucapkan orang pada anaknya sambil kesal. Matanya melotot. (Ehem.. semoga teman fbku tak ada yang pernah keceplosan marah gini).

Hiks.. Mereka tak tahu perjuangan orang tua anak-anak tuli sepertiku agar anaknya bisa mendengar, berbicara dan cerewet. Sungguh mendengar dan kecerewetan itu berbiaya mahal.. Andai mereka tahu.. 😊

Lanjutkan membaca “BUDEG dan CEREWET” β†’

Hari Kedua Sekolah

00EA66D8-C12D-49BC-A495-44298E570A61

Hari kedua sekolah, kami berangkat naik bajaj. Pas sampai, bune bayar bajaj. Eh ya ampuuun, Aziza lari kuenceng masuk sekolah saking semangatnya. Dia ninggalin ibunya trus dadah-dadah cium jauh di pintu hehe..

“Bye bye mamiiiiiii. Aziza sayang mamiiiiii.” 😍

Lanjutkan membaca “Hari Kedua Sekolah” β†’

Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea

IMG_6003

Banyak kisah dan curhatan pada saya tentang bullying atau intimidasi yang dialami beberapa ortu implan. Ironisnya, biasanya dilakukan oleh sesama ortu anak tuli/ tuna rungu atau oleh orang yang memang tuna rungu.

Saya kumpulkan cerita-cerita tersebut agar orang tua yang mau implan maupun yang sudah implan bersiap kalau suatu saat mengalami bullying tersebut. Biar tidak kaget.. Saya tuliskan juga agar yang berbeda pilihan tidak memusuhi kami yang implan. Buat apa sih menjelekkan pilihan orang lain dan menyakiti yang implan? Apa untungnya sih?

Berikut kisah-kisah yang dapat saya tuliskan:

 

Lanjutkan membaca “Bullying Pada Ortu Anak Implan Koklea” β†’

Aziza Ketemu Kak Nathania

Perkenalkan ini Nathania Tifara Sjarief, orang Indonesia PERTAMA yang menjalani implan koklea. Dia operasi tahun 1992 di Amerika. Saat itu masih awal-awal implan dipasarkan, pemakainya sangat minim dan belum ada internet untuk cari info. Sebuah keputusan besar dari orang tuanya. Kini, sudah 26 tahun Nathania pakai implan yang telah banyak membantu hidupnya.

Dengan implan, orang tuli/ tuna rungu dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat bisa mendengar dan berbicara lancar. Contohnya Nathania, bahkan dia lulus S1 dan S2 cumlaude. Kini dia membuka usaha sendiri di bidang pendidikan. Ini cuma info saja tentang implan bahwa semua kabar buruk tentang implan misal membuat bodoh itu tak semuanya benar πŸ™†.

IMG_3758.JPG

Lanjutkan membaca “Aziza Ketemu Kak Nathania” β†’

Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker

“Pa.. Ini mimpi apa bukan ya pa? Ini beneran? Bukan mimpi?” tanya Wulan Anggraeni berulangkali pada Lucky, suaminya saat boncengan di atas motor dari Jakarta ke Cibinong. Dia kaget campur senang saat dikabari mendapat donasi implan koklea senilai Rp 340 juta buat anaknya Aufa Saladin Endey yang tuna rungu/ tuli.

Wulan masih tak percaya tiba-tiba mendapat kabar baik yang memang berbulan-bulan diimpikannya. Sebelumnya dia dan suami berharap membelikan alat pendengaran itu buat anaknya. Di atas motor, dia mencubit diri sendiri, memastikan tak sedang bermimpi.

Rupanya hal itu memang kenyataan. Anaknya yang lahir 12 November 2013 dipilih untuk mendapat implan koklea oleh pihak Kasoem Hearing Center, Cochlear dan pemberi donasi. Ada beberapa alasan mereka memilih Aufa, diantaranya semangat dan dedikasi orang tuanya.

IMG_1893

Lanjutkan membaca “Perjalanan Wulan Mendampingi Anaknya yang Tuna Rungu dan Kini Menghadapi Kanker” β†’

Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra

Aziza akhirnya ketemu teman lama emaknya yaitu Cheta Nilawaty, seorang wartawan Tempo penyandang tuna netra. Cheta ikut sesi Auditory Verbal Therapy Aziza dan juga tes berkala Aided Free Field Test untuk mengetahui kemampuan dengar Aziza. Dia pengen tau gimana sih anak tuna rungu belajar mendengar dan bicara. 😍

IMG_7956

Lanjutkan membaca “Tuna Rungu Ketemu Tuna Netra” β†’

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑