Cari

Memecah Sunyi Aziza

Perjalanan Untuk Bisa Mendengar dan Berbicara

Kategori

Uncategorized

Tips Pola Makan Sehat Ala Jeng Illin

Banyak yang bertanya dan japri aku tentang bagaimana pola makanku. Aku memulai perlahan sejak awal 2018, bertahap tentunya. Kejadian sahabat baikku almarhumah Mbak Wulan Anggraeni benar-benar membuka mataku. Dia juga yang terus memotivasi dan memberikan ilmu-ilmunya. Sungguh ilmu yang bermanfaat adalah amal jariah yang tak putus bukan? Jadi, selama ini kalau aku kadang posting di fb atau instagram soal diet sehat, itu bukan untuk menguruskan badan sih ya. Tapi memberi asupan yang baik buat tubuh. Soal turun, itu bonus. Turun syukur, enggak ya nggak apa-apa 😬.

Sumber dari Google

Lanjutkan membaca “Tips Pola Makan Sehat Ala Jeng Illin”

Iklan

Sebuah Keajaiban

CEA86998-F113-45ED-B621-6FE8C357F568
Beberapa temanku baru-baru ini meninggal di usia muda. Rasanya sedih kehilangan mereka apalagi saat melihat anak-anak mereka yang kecil-kecil. Aku pun mulai mengubah pola hidup sehat setelah berdialog panjang dengan almarhumah mbak Wulan yang terkena cancer kira-kira sejak awal 2018. Mbak Wulanlah yang banyak mengajarkan pola hidup yang baik. Kami berdua saling dukung. Aku punya tekad mau hidup sehat, berumur panjang agar bisa mendampingi anak-anakku hingga mereka kelak menikah dan punya anak ❤️.

Lanjutkan membaca “Sebuah Keajaiban”

Hari Pertama Sekolah

6801D08B-257D-4277-BFD9-66E2050BF407.jpeg

Hari Pertama Sekolaaaaaaaah…
Dulu sehabis operasi implan koklea, Aziza kucemplungin ke TK Montessori Indonesia ini. Ternyata saat dia masih adaptasi suara, dia tak nyaman dengan suara banyak, masih belum tau bahasa lalu mogok sekolah. Kali ini dia masuk ke sini lagi. Bedanya adalah dia dengan kemauan sendiri yang terus meminta sekolah di sini lagi. Setiap kami lewat sekolah ini, dia berkali-kali mengungkapkan keinginannya. 😊

Di hari pertamanya seolah, Aziza semangat bangun pagi, sarapan, mandi lalu berangkat dengan langkah mantab. “Aziza mau sekolah mami. Biar pintar,” katanya saat pakai tas. Matanya berbinar-binar. ❤️ Bune kembali terharu melihatnya masuk ke sekolah di hari pertama ini.. Meleleh.. 😭😭.

Semoga makin pinter ya ndhuk.. Bune dan Pakne akan terus berjuang buatmu. Sekeras-kerasnya. Sekuat-kuatnya. Kekuranganmu bukanlah hambatan meraih masa depan. Semoga nanti saat besar kamu bisa jadi apa aja sesuai keinginanmu dan tidak didiskriminasi karena keadaanmu. Amiiiiin ya robbal alamin .. ❤️

Sekolah Lagiiiii..

Dulu tak lama setelah operasi implan koklea, Aziza kucemplungin ke sekolah. Rupanya dia nggak nyaman karena masih adaptasi suara dan tidak tahu ucapan apapun. Akhirnya kuberhentikan dan fokus ngajarin di rumah. Makin besar, dia melihat kakak-kakaknya sekolah dan tetangga pada sekolah. Hingga kemarin, Aziza minta sendiri sekolah. Bangun tidur dia langsung mandi dan membongkar lemari mencari seragam. Rupanya dia ingin sekolah lagi. Hehe Langsung deh kudaftarin ke sekolah lamanya di montessori indoesia. Bismillah.. Jadi anak pintar ya ndhuk..

Selamat Jalan Mbak Wulan Sayang

4D12FAFE-DDA1-4202-8DB4-BA91FFDD1E11

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
Sahur kali ini rasanya begitu sedih. Airmata terus meleleh. Sahabat tersayang, mbak Wulan Anggraeni telah dipanggil Allah SWT, semalam. Mbak Wulan perempuan baik, sholehah, teman seperjuangan yang sama-sama punya anak implan. Semoga husnul Khotimah, diterima di sisi terbaik Allah SWT.. Semoga keluarganya kuat dan anak-anaknya yang masih kecil bisa tumbuh dengan baik dan jadi orang hebat nantinya.. 😭 amiin..

Lanjutkan membaca “Selamat Jalan Mbak Wulan Sayang”

PROUD..

Pakai kaos baru “PROUD PARENT of Cochlear Implant User”. 😍. Punya anak difabel nggak boleh malu, minder, takut diketahui orang atau sedih meratapi nasib terus malah tak berjuang optimal. Kalau ortunya aja gitu, gimana anak menjalani hidupnya? Kalau ortu gitu, anak akan niru malu, minder, takut dan ngedrop. 😢. Jadi, kalau mau membentuk anak pede, berani dan mandiri ya harus dimulai dari ortunya. Aziza masih terus belajar. Sekecil apapun kemajuannya harus disyukuri. Yes i am proud of her ❤️❤️❤️❤️

Makasih desainnya Nathania Tifara Sjarief 😘😘😘

IMG_8260

CI-borg

Selalu dan selalu senang ketemu Nathania Tifara Sjarief, orang Indonesia pertama yang menjalani operasi implan koklea tahun 1992 di Amerika. Kalau habis ketemu rasanya seperti dapat suntikan semangat baru. Implan memberi banyak kesempatan hingga Thania bisa sekolah S1, S2 cumlaude. Semoga Aziza bisa mengikuti jejaknya. Thania sangat lancar bicara dan ngemong sama anak kecil, jadi semua anak kecil suka juga deketan dan foto bareng hehe.. 😍😍. Sungguh perjuangan Thania dan Ibunya yaitu bu Karen Tambayong sangat menginspirasi. Idoalakuuuuuu 😍😍.

Pemakai implan dewasa yang kukenal mayoritas pada percaya diri dengan kemampuan dan keadaannya. Ada yang jadi dokter gigi, jago di bidang IT, pengusaha travel yang kerjanya keliling dunia, mengembangkan bisnis atau kuliah sampai keluar negeri. Mayoritas tak lagi merasa mereka difabel. Mereka punya grup whatsapp CI-borg yang maksudnya adalah Cochlear Implant high-tech person karena dalam tubuhnya ada alat elektronik aktif yang berfungsi menggantikan kerja anggota/ organ tubuh tertentu 😊. Mengikuti kakak-kakak pendahulunya, Aziza pun bolehlah disebut sebagai CI-borg cilik dan unyu 😍 hehe

exif_temp_image

.

Senyuman Vika

Hari Jumat ketemu pejuang kecil lagi, Vika Rivana. Anak kecil berumur 3,8 tahun ini mengalami hydrocephalus, cerebal palsy, epilepsi, bibir sumbing dan langit-langit terbelah. Aku ketemu di RSCM saat Vika sedang tidur di gendongan ibunya Komariah.

Vika tadi tidur tapi matanya setengah terbuka tak bergerak-gerak. Saat bangun, mata Vika terbuka lebar dan bergerak-gerak meski tidak fokus pada sesuatu. Dia juga ngoceh-ngoceh pelan suara huruf “a”. Kupegang tangannya lalu dia genggam jari tanganku. Saat kucium pipinya, kudengar suara tawa kecil dan bibirnya terlihat tersenyum. Maknyes.. ❤️😍

Lanjutkan membaca “Senyuman Vika”

Aziza Jadi Model Video Cochlear 😍

Aziza dipilih Cochlear untuk berbagi kisah hidupnya bersama 10 pemakai lain se-Asia Tenggara. Sungguh sebuah kehormatan buat kami. Berikut ini linknya.

Ketemu Bu Gouri dari Singapura

Seneng banget akhirnya ketemu Bu Gouri Mirpuri, istri mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia yang dulu meyakinkanku untuk mengimplan Aziza. “2,5 years is quite old in term of language age. Do not waste any more time as her brain is developing very fast now. You have to decide fast, move quickly”. 😍 Kata-kata itu tertancap di kepalaku sampai sekarang. 😊

exif_temp_image
Email bu Gouri sangat memberi semangat saat aku hancur banget paska tahu kondisi Aziza pertama kali. Makasih mas Marco Kusumawijaya sudah mengenalkanku. 😊 Dua minggu setelah email bu Gouri tertanggal 4 September 2016 itu, aku dan suami memutuskan implan dengan menandatangani pembelian alat implan dan melanjutkan proses persiapan operasi.

Putra bu Gouri juga memakai implan koklea sejak tahun 1995 dan operasi di Australia. Saat itu di Singapura belum ada pemakainya dan tak ada internet untuk cari info online atau saling sharing dengan orang tua lain. Saat itu juga belum ada pemakai implan di Singapura. Tentu sebuah keputusan besar dan sulit. Sekarang putranya sudah lulus kuliah S1 dari Universitas Melbourne, satu almamater sama aku. Yeay 😍.

Dua tahun lalu kami komunikasi lewat email dan baru tadi ketemu sesaat setelah bu Gouri tiba di Jakarta dari Singapura. Aku tadi menyampaikan terima kasih secara langsung atas penjelasan dan dukungannya di saat aku jatuh dulu. Sangat berarti 😍

IMG_6752

ANAK SURGA

Hari ini tunai sudah tugasku menyampaikan amanah Yenni Meilina Lie. Tadi aku ke rumah Fathir. Dia berumur 4 tahun dan seharusnya riang gembira lari-larian seperti anak kecil lain. Tapi dia tak bisa dan hanya tergolek di tempat tidur. Air mataku menetes dan menetes. Kelak, surga tempatmu nak..

Lanjutkan membaca “ANAK SURGA”

Anak Tuli Membaca

Anak ini tuli/ tuna rungu. Duluuuuu sebelum pakai implan koklea nggak bisa meniru suara apapun, bahkan sekedar meniru bunyi A. 😊 Dulu bisa bersuara, tapi tak beraturan dan tak bermakna sepatah katapun. Dia cenderung diam membisu alias MUTE. Dulu saat disuruh meniru bersuara huruf A, dia melihat mulut orang lain, lalu mangap tanpa suara. 😊 Lantas dulu kami ajarin megang leher biar merasa getaran suara A di leher. Untuk bersuara dia harus ancang-ancang dan keluarnya suara perut tidak natural sangat ngebass dan berat.. (Dengar suaranya segitu saja, kami dulu dah senang banget hehe 😍)

Dengan implan koklea dan terapi Auditory Verbal Therapy, sekarang Aziza bisa bersuara natural, berbicara dan tak harus melihat bibir tapi fokus mendengar. Aziza bahkan nyaris bisa membaca. 😍💃 Setiap hari dia terus belajar membaca dan kami selalu bersama-sama membaca buku bergambar kapan pun, di mana pun. Di setiap kamar di rumah, di tas, di mobil selalu ada buku. Pokoknya baca, baca dan baca apapun. Seperti di video ini saat nunggu mas-masnya les. 🙆

Alhamdulillah Aziza makin nambah kemampuan membacanya. Tapi memang masih terus dan terus butuh latihan melancarkan membaca 😍😍.

Ini video 6 menitan, dia baca sampai huruf Z. Ada huruf yang dia kesulitan mengucap yaitu F, K dan R. Suaranya sudah menyerupai tapi masih tipis belum tegas. Akan ada saatnya dia bisa mengucap semua itu. Sama halnya dulu tak bisa mengucap A. Bahkan butuh waktu 9 bulan paska implan untuk bisa mengucap i, atau 11 bulan untuk bisa mengucap huruf S 😊 .

Pokoknya Alhamdulillah banget sekecil apapun kemajuannya.. Bersyukur dan terus bersyukur..

Silahkan Lihat Videonya di sini

#implankoklea
#kiki
#tunarungumendengar
#tunarungubicara
#tuli

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑