Bolak balik terharu pada Aziza. Sebagai anak difabel, dia belajar extra untuk sampai di titik ini. Tak mudah. Tapi sesuatu yang sulit belum tentu mustahil, yang penting berusaha dan tak menyerah. Aziza senang belajar. Sesekali dia menangis kalau merasa sulit karena ingin bisa menguasai pelajaran.
Namanya bocah, kadang ya mewek. “Aku nggak bisa mami. Susah sekali,” tangisnya sambil meletakkan bukunya lalu membenamkan muka ke bantal. Nangis tersedu-sedu. Aku dan suami terus ngeyem-yemi kalau dia down. Sampai hari ini dia masih ngrasa sulit bahasa Indonesia, khususnya mengarang cerita panjang, membuat puisi, dan buat pantun. Bahasa Inggris yang dulu kutakutkan justru dia merasa senang belajarnya. ❤️
Pas mudik kemarin, hari Senin 18 Okt alat kiri Aziza mati total. Aku dan suami di Jogja, anak-anak di Klaten. Anak no 1 dah berusaha berkali-kali menyalakan tapi gagal. Ya wis akhirnya hanya pakai 1 alat yang kanan. Selasa aku dan suami ke Klaten ternyata memang matot, mati total gak bisa dinyalakan. Kami balik Jakarta Rabu dan libur trus baru hari ini bisa kubawa ke hearing center dengan hati dag dig dug.
Setelah dicek pakai laptop programmer, rupanya semua program alat Aziza ter-reset terhapus semua jadi gak mau nyala. 😳😳😳. Hah Kereset? Ya ampuuuuuun. Kok bisssaaaaaa? 🙀🙀🙀
Mas Dani dari hearing center bilang kemungkinan melewati SUTET atau listrik tegangan tinggi jadi settingannya terpengaruh karena Aziza tidak masuk metal detector apapun dan alatnya tidak nempel elektronik apapun. 😳😳😳 Duh 💆♀️🙈. Tapi pas sebelum alat mati, sempat ada petir dan gluduk nyamber nyamber. Langsung Aziza copot alat karena mati. Duh entahlah apa penyebabnya. Satu hal yang pasti, anak pemakai implan koklea juga tidak boleh kesetrum karena ada logam di dalam kepalanya. (Anak yang gak pakai jg gak boleh kesetrum sih hehe. Tapi ini maksudnya bisa pengaruh ke alatnya dan bisa jadi harus operasi lagi ambil alat dalam kalau rusak)
Syukurlah bisa diprogram ulang dan masih nyala. Alat satu seharga 180 juta huhuhu.. Semoga aman selalu selama masa garansi. Oya, garansinya hitungan dolar jadi ikut kurs ruliah. Per tahunnya sekitar 4,5 juta untuk alat Aziza yg termurah di merknya ini. (Kayak asuransi mobil hehe. Telingamu mendengar gratis, bayar asuransi juga gak? 😬. Jangan lupa Bersyukur kalau gratis tis tis). Oya makin tinggi spek alat, ya makin tinggi biaya asuransi/ garansinya. Tapi aman buat menjaga dari hal tak diinginkan. Kalau rusak masih bisa diservis atau diganti, asal tidak hilang atau jatuh entah ke mana. Seorang teman, anaknya masuk toilet dan alatnya hilang. 🙈. Hiks gak dpt pengganti, dan beli baru lagi satunya 300 juta huhuhu 🙈. Pelajaran banget buatku untuk ngawasin Aziza.
Ah Alhamdulillah. Puji syukur atas karunia hari ini ❤️. Sudahkah bersyukur hari iniiiiii? 😍
Anak wedhok ulangan bahasa Inggris untuk pertama kalinya. Lumayanlah dapat skor 95 dr 100.. Nilai bukan tujuan, yang penting gimana pemahaman dia dan ngerjain sendiri 😍. Seneng liat perjuangannya belajar bahasa Inggris, berusaha memahami, fokus mendengar bahasa yang asing buatnya dan belajar ngucapin yang tak mudah buat lidahnya. ❤️
Banyak yang mau operasi implan koklea buat anaknya, tapi tak mengerti apa yang akan dihadapinya. Saya tuliskan pahit-pahitnya untuk jadi pertimbangan. Bukannya saya mau menggembosi sebuah ikhtiar. Tidak. Tapi memberi informasi untuk pertimbangan sebelum memutuskan langkah. Implan koklea tak selalu manis dan tak semudah membalik telapak tangan membuat anak bicara verbal. Ibarat jalan, bukan melulu jalan tol mulus yang ditempuh, tapi ada jalan terjal dan berliku. Sisi pahitnya perlu dilihat, jangan hanya melihat manisnya saja. Saya juga bukan endorser implan. Kalau siap dan yakin, silahkan lanjutkan. Kalau ragu jangan lakukan.
Kalau hidupmu berat, jangan ngrasa jadi orang yang termalang sedunia. Semua orang punya masalah yang dihadapi. Beratnya bisa brasa sama berat banget meski bentuknya beda. Kayak org putus pacaran, bagi satu orang ringan, buat yang lain bisa berat banget bahkan bisa gila atau bahkan bundir. Hiks. Buka mata, buka hati. Orang itu wang sinawang. Yang terlihat hidup wow, kadang tiba tiba jebret kena narkoba karena gak bahagia hidupnya atau wow gonjreng tapi terlilit utang di mana-mana. Di sisi lain, ada yang hidup dilihat susah oleh orang lain, misal buruh biasa ternyata rumahnya hangat, keluarganya adem ayem dan tenang. Terus bersyukur itu yang bisa menjaga hati. 😊
Kalau kepalamu tak perlu dibor, telingamu tak perlu pakai batre untuk mendengar, bersyukurlah. Dikasih sehat, mendengar gratis itu berkah luar biasa. Gak kebayang tho, klean lagi denger musik atau lagi ngobrol seru tiba-tiba makpet hening total semua karena batre habis hehe. 🙈💆♀️
Kalau memang terlahir tuna rungu dan memilih jalan mendengar, trus harus pakai alat ratusan juta, harus beli batre, kabel ya bersyukurlah kalau masih kebeli. 😊Intinya tetep bersyukur. Alhamdulillah masih ada rejeki. Alhamdulillah dapat diskon tipis-tipis. Ehem..
Ini Edisi menghibur diri jajan batre 10 juta buat Aziza (diskonnya gak kusebut ya hihi). Jajan yang harus siap seumur hidup. Ini baru jajanan printilan. Belum jajan utama, beli alat reguler upgrade 200-300 juta per 6-8 tahun 🙆♀️💪. Sehat kuat, sehat kuat, sehat kuaaat..
Kemarin kondisi ‘telinga’ Aziza bikin trenyuh. Batre bawaan beli alat yang rechargable ada 4. Yang 1 sudah mati total sudah sejak setahun lalu. Jadi sejak itu cuma pakai 3 gantian. Baru pakai alat dua jam, baterai di telinga kanan habis. “Mami batre alat Aziza habis. Aku gak bisa dengar”. Jreeeng. Ganti pakai cadangan. Yang mati dicas. Eh gak lama ganti yang kiri. “Papi alat yang kiri mati juga.” 🤣. Trus ganti yang dicas tadi 🤣 . Dah kepake semuanya dong 3.
Bagi sebagian orang hidupku serba enak, ketawa-tawa mulu dan pengen kayak aku. (Beberapa menyatakan langsung gitu ke aku) 🙈😬. Bagi sebagian orang lainnya, hidupku beraaaaat banget punya anak spesial dan gak kebayang njalaninya. 🙈😬. Dua hal yang bertolak belakang.
So.. kesimpulannya semua itu relatif hehe.. Buatku, hidupku berubah banget karena Aziza. Jadi lebih sabar, lebih bisa menghargai hidup dan bisa ngrasa seneng banget atas hal-hal kecil dalam hidup. 😬Brasa berlimpah-limpah berkah dan cinta kasih dari begitu banyak orang, datang bergelombang seperti ombak ra uwis-uwis.❤️ So, apakah Aziza cobaan? Mmm.. Saat awal, memang brasa berat banget nget nget kayak cobaan hidup yang gelap gulita. Dulu sedihnya terasa sampai ke darah, berdesir-desir. Literally ya. Brasa berat. Makin kesini, semua pandanganku berubah. Aziza dengan keistimewannya adalah berkah, bukan cobaan apalagi hukuman. 😍.
Semua orang punya ujian, cobaan dan tantangannya sendiri dalam hidup. Ada yang punya masalah ekonomi yang mencekik, ada yang ditinggal pergi atau ditinggal meninggal pasangan, ada yang rumahnya kayak neraka karena pasangan tak harmonis, ada yang tersiksa menahun karena mertua dan ipar, ada yang diberi ujian anaknya kena masalah hukum/ narkoba atau malah nggak percaya agama dan membuat stress ortu, ada yang putus-putuuuus terus gak nemu jodoh, ada yang tak dikasih anak sementara banyak yang tak menginginkan anak malah justru dikasih mudah dan anaknya ditelantarkan, dan ada juga yang dikasih cobaan sakit tak kunjung sembuh. Hiks 🙈. Semua berat loh, apalagi kalau ditambah terus ngeluh dan terus menyalahkan Tuhan “kenapa aku harus mengalaminya? Kenapa? ” 😢. Hal yang berat yang sebenarnya ada jalan keluar akan terasa lebih berat.
Ada yang mau dengar Aziza mendongeng? Ini Aziza baca kisah Nabi Yunus full 1 buku, 10 menit. Sabar ya, anggap aja dengerin dongeng menjelang tidur hehe.. Untuk ngajarin Aziza bersuara dari 0, sampai tahap bisa baca dan paham kalimat itu rasanya berdarah-darah, berderai air mata hehe.. Ah nyes liat perkembangannya.😍 #Tuli #TunaRungu #Implankoklea (Sekarang umur 6,5 Tahun). Btw, kaos dari tante Meidy ❤️.
Banyak teman yang kaget saat tahu biaya mengurus gigi Aziza total mencapai sekitar 16 juta, seharga motor baru. Mungkin banyak yang menganggap gigi gigis bagi anak-anak adalah hal biasa, otomatis lepas sendiri jadi tak perlu sampai segitunya ngeluarin duit. Baiklah, kuceritakan saja. Ini bukan soal gigi semata. Tapi juga soal kesehatan dan kepercayaan diri Aziza yang kami bangun susah payah tapi tergerus karena gigi.
“Sudah jangan cerewet.. Mama lagi sibuk,” bentak seorang perempuan kesal sambil pegang gadget. “Anak kecil cerewet amat sih. Nurut aja sama orang tua,” kata yang lain. “Kamu budeg ya? Dipanggil nggak nyahut. Diajak omong diam saja!” Kira-kira gitu diucapkan orang pada anaknya sambil kesal. Matanya melotot. (Ehem.. semoga teman fbku tak ada yang pernah keceplosan marah gini).
Hiks.. Mereka tak tahu perjuangan orang tua anak-anak tuli sepertiku agar anaknya bisa mendengar, berbicara dan cerewet. Sungguh mendengar dan kecerewetan itu berbiaya mahal.. Andai mereka tahu.. 😊
Hari kedua sekolah, kami berangkat naik bajaj. Pas sampai, bune bayar bajaj. Eh ya ampuuun, Aziza lari kuenceng masuk sekolah saking semangatnya. Dia ninggalin ibunya trus dadah-dadah cium jauh di pintu hehe..
Banyak kisah dan curhatan pada saya tentang bullying atau intimidasi yang dialami beberapa ortu implan. Ironisnya, biasanya dilakukan oleh sesama ortu anak tuli/ tuna rungu atau oleh orang yang memang tuna rungu.
Saya kumpulkan cerita-cerita tersebut agar orang tua yang mau implan maupun yang sudah implan bersiap kalau suatu saat mengalami bullying tersebut. Biar tidak kaget.. Saya tuliskan juga agar yang berbeda pilihan tidak memusuhi kami yang implan. Buat apa sih menjelekkan pilihan orang lain dan menyakiti yang implan? Apa untungnya sih?
Perkenalkan ini Nathania Tifara Sjarief, orang Indonesia PERTAMA yang menjalani implan koklea. Dia operasi tahun 1992 di Amerika. Saat itu masih awal-awal implan dipasarkan, pemakainya sangat minim dan belum ada internet untuk cari info. Sebuah keputusan besar dari orang tuanya. Kini, sudah 26 tahun Nathania pakai implan yang telah banyak membantu hidupnya.
Dengan implan, orang tuli/ tuna rungu dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat bisa mendengar dan berbicara lancar. Contohnya Nathania, bahkan dia lulus S1 dan S2 cumlaude. Kini dia membuka usaha sendiri di bidang pendidikan. Ini cuma info saja tentang implan bahwa semua kabar buruk tentang implan misal membuat bodoh itu tak semuanya benar 🙆.