
Pada 20 Agustus tepat 2 tahun lalu, kami tahu untuk pertama kalinya kalau Aziza tak bisa mendengar. Dunia rasanya gelap gulita. Aku rasanya masuk ke dalam jurang kesedihan sedalam-dalamnya dan saat itu tak tahu kapan bisa keluar dari perasaan hancur itu. Alhamdulillah sekarang aku bisa senyum, bisa ketawa. Banyak hikmah dibalik ini semua. Iya Aziza ada gangguan dengar, tuna rungu alias tuli. Tapi hidupku jauh lebih menyenangkan sekarang. Bisa dibilang lebih bahagia. Meski tak dipungkiri kadang ya naik turun emosinya. 😊
Mengalami gangguan pendengaran sangat berat (sering disebut tuna rungu atau tuli) tak menghalangi Sri Andiani (23 tahun) untuk terus berprestasi. Perempuan muda yang biasa dipanggil dian ini tak pernah minder dan terus semangat. Baginya dia sama dengan yang lain. Hanya saja, dia harus lebih fokus mendengar dan lebih keras belajarnya.
Sabtu, 11 Agustus 2018 siang ada acara Talkshow oleh Indonesia Hear Foundation di Rumah sakit Pantai indah Kapuk bertema “Bakat, Bawaan Lahir atau Pembinaan?”. Menarik sekali acaranya karena moderator dan semua narasumbernya adalah pemakai implan yang mempunyai bakat uniknya masing-masing.
Moderatornya adalah kakak Gwendoline Muljono, pemakai implan dewasa yang awal tahun 2018 menerima penghargaan Scholastic Award. Putri bu San C Wirakusuma ini sangat fasih berbahasa Inggris dan minggu depan akan melanjutkan sekolah ke Parsons School of Design di New York City.

Lanjutkan membaca “Oleh-oleh Dari Talkshow “Bakat, Bawaan atau Pembinaan?””
Perkenalkan ini Zayyan Faiq Ubaidillah, biasa dipanggil Ubaii. VIRUS RUBELLA membuat jantungnya bocor, kepala microchepaly, mata katarak dan tuna rungu. Tapi papanya Rully dan mama Nia Kurdi tak menyerah. Mereka terus berjuang dan kini Ubaii menunjukkan banyak kemajuan. Mari vaksin MR untuk mencegah penyebaran Rubella. Ini sekelumit perjalanan mereka.

Senang banget barusan diwawancarai anak SMA soal terapi Auditory Verbal Therapy (AVT) ngajarin anak tuli atau tuna rungu mendengar dan bicara. Namanya Mudhya Razanne Tiara, kelas 3 SMA. Dia fokus bertanya pengalamanku mengajari Aziza. Ini anak SMA loooooooh. 😍 Menurutnya untuk kelulusan sekolah ada tugas bikin project nulis dan nantinya akan sidang presentasi dan tanya jawab dihadapan 3 guru. hehe.. Semacam latihan skripsi gitu deh..

Donasi pembelian implan koklea bukanlah hal baru lagi dan makin banyak yang melakukannya. Selama ini ada beberapa orang tua yang membuka donasi implan koklea, baik melalui facebook, platform donasi publik seperti kitabisa (dot) com atau dibantu website lembaga tertentu. Ada juga lembaga atau pihak swasta yang memberikan bantuan untuk beli implan.
Puji syukur launching dan family gathering Keluarga Implan Koklea Indonesia (KIKI) kemarin 29 Juli 2018 di Kebun Raya Bogor lancar. Semoga KIKI dapat terus menjadi wadah untuk saling dukung antar keluarga pemakai implan koklea lintas merek dan juga bermanfaat memberi informasi tentang implan koklea bagi masyarakat pada umumnya. Amin 🙏
Aziza sudah lancar menghitung benda apapun dari 1-5 (meski tak semua sempurna ngucapnya) 😍. Setiap ketemu kucing-kucing liar di depan rumah dia akan selalu berhitung hehe. Sebenarnya Angka 1 sampai 10 sudah bisa spontan menyebut kalau melihat angkanya. Tapi kalau disuruh berhitung urut tanpa melihat angkanya dia masih kebolak-balik antara sepuluh dan sembilan. 😬
Buat anak tuna rungu, tak mudah mengajarinya loh. 🙆 Awalnya kami mengenalkan bahwa dia mendengar suara. Itu pun dia gak langsung ngeh bahwa yang dia dengar di kepalanya adalah suara. Dulu dia nggak tau sama sekali konsep suara itu apa sih? Soalnya sebelum pakai alat dia sama sekali tak mendengar apapun. Dulu Hidupnya hening sehening-heningnya. Sekarang, suara bisik-bisik dia dengar, suara kentut pun dia dengar dan akan langsung nunjuk siapa yang buang angin hehe. Biasanya mas-masnya yang gitu. Emak enggaaak hehe 🙈

Buat semua keluarga pemakai implan koklea, kita piknik bareng yuk.. japri ya kalau mau ikutan.. hp saya 081282032922 ❤️

Kondisi sound processor sangat mempengaruhi apa yang didengar pemakainya. Anak kecil tentu tidak tahu apa yang berbeda atau belum bisa mengungkapkan kalau ada sesuatu yang tak biasa. Karena itu orang tua harus memperhatikan perkembangan anak dan peka kalau ada yang beda, misal anak tak merespon seperti biasa. Orang tua juga harus rajin merawat alat anaknya. Saya tuliskan beberapa tips merawat sound processor :
Lanjutkan membaca “Tips Merawat Sound Processor Cochlear Implant”
Semua orang tentu menginginkan anaknya terlahir sehat, semua organ dan anggota tubuh berfungsi semestinya tak ada bedanya dengan anak lain. Tapi kita tak bisa memilih dikasih anak seperti apa. Setelah punya anak difabel, tak jarang orang tua, khususnya ibu takut punya anak lagi.

Lanjutkan membaca “Setelah Punya Anak Difabel, Takut Punya Anak Lagi”
Aziza akhirnya ketemu teman lama emaknya yaitu Cheta Nilawaty, seorang wartawan Tempo penyandang tuna netra. Cheta ikut sesi Auditory Verbal Therapy Aziza dan juga tes berkala Aided Free Field Test untuk mengetahui kemampuan dengar Aziza. Dia pengen tau gimana sih anak tuna rungu belajar mendengar dan bicara. 😍

