Mengalami gangguan pendengaran sangat berat (sering disebut tuna rungu atau tuli) tak menghalangi Sri Andiani (23 tahun) untuk terus berprestasi. Perempuan muda yang biasa dipanggil dian ini tak pernah minder dan terus semangat. Baginya dia sama dengan yang lain. Hanya saja, dia harus lebih fokus mendengar dan lebih keras belajarnya.

Dian memakai implan koklea yang ditanam di kepalanya sejak umur 3 tahun dan alat itu sangat membantu banyak hal dalam hidupnya. Perjuangannya sungguh tak mudah, tapi dia bisa menembus keterbatasannya. Begitu banyak prestasi ditorehkan dari lomba menulis lokal atau nasional, olimpiade sains nasional biologi hingga lulus S1 Psikologi cumlaude.

Putri bu Sinta Nursimah dan pak Sri Gutomo ini sekarang masih ingin mengejar S2 di Bidang Audiologi di Australia. Dia sedang mempersiapkan diri mengajukan beasiswa. Mari kita doakan semoga harapannya terwujud. Amiin..

Buat yang lain, tetap semangat ya. Hidup adalah perjuangan. Lelah boleh, menyerah jangan 😊🙏