IMG_9762.JPG

Senang banget barusan diwawancarai anak SMA soal terapi Auditory Verbal Therapy (AVT) ngajarin anak tuli atau tuna rungu mendengar dan bicara. Namanya Mudhya Razanne Tiara, kelas 3 SMA. Dia fokus bertanya pengalamanku mengajari Aziza. Ini anak SMA loooooooh. 😍 Menurutnya untuk kelulusan sekolah ada tugas bikin project nulis dan nantinya akan sidang presentasi dan tanya jawab dihadapan 3 guru. hehe.. Semacam latihan skripsi gitu deh..

Beneran seneng ada anak SMA umum (apalagi swasta yang dikenal bagus dan mahal 😬) dari lingkungan yang tak ada gangguan dengar lantas tertarik soal bahasan ini. Anti mainstream. Di kepalaku, pada umumnya remaja ya bahasannya tentu terkait dinamika remaja atau hal-hal yang dianggap wow oleh remaja gaul jaman now hehe 😬. Aku jarang nemu anak SMA gini. 😍 Rupanya dia membaca tulisan-tulisanku di blog.

Mudhya adalah pelajar yang kritis. Sebelum ketemu, dia sudah mempelajari AVT itu apa dan menyusun daftar pertanyaan yang panjang. Karena itulah wawancara tadi mengalir dan bisa runtut. 😊 Semoga penulisan karya tulisnya lancar dan nilainya bagus.. 😊

Tuna rungu bukan kutukan, karma, atau hukuman Tuhan pada orang tua yang ditimpakan pada anak. Semoga makin banyak yang tahu bahwa anak tuna rungu masih punya kesempatan bisa bicara verbal sama seperti orang lain. Semoga makin banyak yang terbuka pada implan koklea. Semoga orang tua anak berkebutuhan khusus kuat. Semogaaaaaaa masyarakat Indonesia makin ramah pada disabilitas. Amiiin 😊🙏