Aziza sudah lancar menghitung benda apapun dari 1-5 (meski tak semua sempurna ngucapnya) 😍. Setiap ketemu kucing-kucing liar di depan rumah dia akan selalu berhitung hehe. Sebenarnya Angka 1 sampai 10 sudah bisa spontan menyebut kalau melihat angkanya. Tapi kalau disuruh berhitung urut tanpa melihat angkanya dia masih kebolak-balik antara sepuluh dan sembilan. 😬

Buat anak tuna rungu, tak mudah mengajarinya loh. 🙆 Awalnya kami mengenalkan bahwa dia mendengar suara. Itu pun dia gak langsung ngeh bahwa yang dia dengar di kepalanya adalah suara. Dulu dia nggak tau sama sekali konsep suara itu apa sih? Soalnya sebelum pakai alat dia sama sekali tak mendengar apapun. Dulu Hidupnya hening sehening-heningnya. Sekarang, suara bisik-bisik dia dengar, suara kentut pun dia dengar dan akan langsung nunjuk siapa yang buang angin hehe. Biasanya mas-masnya yang gitu. Emak enggaaak hehe 🙈

Di awal-awal pakai alat baik ABD/ Implan, kami melatih dia memproduksi suara (duluuu dia bahkan kesulitan mengucap huruf ‘a’ secara natural. Dia bisa keluar huruf ‘i’ setelah 9 bulan implan dan bisa mengucap huruf ‘s’ setelah 11 bulan). 😍. Semuanya bertahap seperti proses bayi belajar bicara, dari meniru vokal saja, kemudian bisa mengucap konsonan satu demi satu. ❤️

Kami mengajarkan kosa kata dan dia mulai meniru kata utuh. Dulu Aziza sama sekali tak tahu sepatah katapun, sekarang dia sudah tahu ratusan kosakata dan sedang belajar mengkombinasi 3-5 kata dalam kalimat spontan (bukan meniru). Untuk sesuatu yang dia biasa lakukan, Aziza bisa mengucap bahkan sampai 6 kata sekaligus. 😍

Dalam ngajarin bicara, aku beneran ngitungin kata dan ngajarin SPOK (Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan) plus kata hubung. Wis kayak guru bahasa Indonesia aja 😊 😬.

Ngajarin kata sifat juga bukan hal mudah, harus terus diulang-ulang dan ada peragaan. Misal panas ya dia disuruh nyentuh makanan atau minuman panas. Sampai akhirnya dia tau itu panas. Dulu suatu hari kami jalan dibawah terik matahari. Dia spontan bilang “mami panas”. 😍 duh senengnya. Dia bisa merasakan panas dan mikir sendiri tanpa diajari bahwa sinar matahari juga panas bukan hanya air atau makanan panas. 😍

Agar kosakata yang dia dengar banyak, emak ngoceh terus. Untuk pengenalah kosakata baru, aku menunjukkan dulu sambil ngasih deskripsi. Berikutnya dia dipancing berkata sendiri berdasar memori dengarnya. Biar kosakata banyak, kami juga membacakan buku cerita tiap hari. Hingga dia sekarang sudah bisa cerita sendiri buku-buku favoritnya. Seringkali kami disuruh diam dan dia berdiri di depan sambil cerita bukunya. Kami jadi penontonnya hehe 😬.

Kami juga ajarkan hitungan sampai dia paham konsep berhitung dan ngitung sendiri. Sekarang semua dihitung sama dia: boneka, telur, gelas, roti. Kalau ketemu mobil atau motor di jalan dia juga akan menghitung hehe.. 😬. Dia berbakat cerewet 😍

#BahagiaItuSederhana 💃🏻💃🏻