Cari

Memecah Sunyi Aziza

Perjalanan Untuk Bisa Mendengar dan Berbicara

Sharing

IMG_4333

Nasib membertemukan kami sebagai sesama ibu dari anak-anak pemakai implan koklea. Dari kiri ada mbak Dwi Yanti, mbak Anita fatmawati dan paling kanan mbak Nia Utami. Selalu seneng rasanya setiap ngumpul, bisa saling dukung, berbagi cerita, plus mengembangkan ide-ide baru.. Pada pertemuan kali ini, nggak berasa kami duduk di tempat ini hingga sekitar 4 jam hehe..

Nanda, Mendadak Kehilangan Satu Pendengaran

exif_temp_image
Nanda (kiri) dan ibunya, Rahma, saat main ke Ecopark, Ancol .

Bisakah kita membayangkan tiba-tiba kehilangan pendengaran di satu atau dua telinga kita? Semua bisa saja terjadi. Itulah yang dialami Nanda, pelajar berumur 15 tahun. Ibu Nanda yaitu Rahma tak menyangka putrinya yang sudah bersekolah bakal kehilangan pendengaran di salah satu telinganya. Kini Rahma dan Nanda sedang berusaha memulihkan di Jakarta.

Continue reading “Nanda, Mendadak Kehilangan Satu Pendengaran”

Implan Koklea, Raskin dan Hutang

Sedih.. Itulah yang saya rasakan suatu hari saat ngobrol dengan orang tua yang mau pasang implan koklea pada anaknya. Bagaimana saya tidak sedih, ortu tersebut mengatakan masih makan beras jatah raskin dan gajinya sebagai buruh tak tentu. Duh, implan itu tak hanya selesai beli alat ratusan juta sekali saja. Tapi ada biaya lain seumur hidup. 😒 Saya pun menganjurkan jangan lakukan itu.

IMG_4372

Continue reading “Implan Koklea, Raskin dan Hutang”

WELAS ASIH

IMG_4250

Perkenalkan ini boneka baru Aziza, namanya Welas & Asih. Welas ada gangguan pendengaran jadi pakai sound processor implan koklea seperti Aziza. Kalau Asih ada gangguan penglihatan sehingga nggak bisa melihat jelas jadi pakai kacamata. Alat implan & kacamata sama-sama berfungsi membantu mereka menggunakan inderanya. Welas Asih rukun selalu dan akan menemani Aziza 😍 πŸ™†πŸ» hehe..

Note: biasanya kalau ada anak kecil bertanya tentang alat di kepala Aziza (dulu ABD, sekarang implan), saya akan menjelaskan dengan model penjelasan sederhana itu. Alat implan membantu mendengar, sama halnya kacamata membantu melihat. Tujuannya agar yang tidak tahu tidak menganggap anak kita orang aneh dan dapat penjelasan yang mudah dicerna. Kemudian saya baru jelaskan yang lainnya. 😊 Kalau ada yang orang dewasa yang tidak tahu, penasaran bertanya atau penasaran melotot atau melihat tanpa kedip ya dijelaskan saja. Tidak usah sensi atau marah.. Santai saja.. 😊

Kisah Inspiratif: Gangguan Pendengaran Tak Menghalangi Haydar Jadi Penghafal Al-Quran

IMG_4180
Haydar di pondok pesantrennya.

Suaranya begitu lancar dan jelas melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Remaja itu bernama Ali Haydar. Sungguh dari suaranya tak terdengar dia ternyata mengalami gangguan pendengaran dengan kategori sangat berat di kedua telinganya. Haydar mendengar dibantu dengan satu alat implan koklea di telinga kanan. Kini Haydar bahkan sudah hafal 13 juz Al-Quran.

Continue reading “Kisah Inspiratif: Gangguan Pendengaran Tak Menghalangi Haydar Jadi Penghafal Al-Quran”

Aziza Berhitung

Hari ini Aziza sudah sekitar 9 bulan memakai alat implan koklea dan prosesor suaranya. Ini video dia berhitung satu sampai lima di sekolah. Alhamdulillah, sekecil apapun kemajuannya terus disyukuri..

Udana, Anak yang Berbahasa Isyarat dan Terus Berkarya

IMG_2714

Usianya masih 12 tahun, tetapi anak lelaki ini mantab memilih bahasa isyarat sebagai sarana komunikasinya. Udana Maajid Pratista namanya. Dia bangga berbahasa isyarat dan pilihannya itu tak menghalanginya tetap aktif dalam berbagai kegiatan.

Continue reading “Udana, Anak yang Berbahasa Isyarat dan Terus Berkarya”

Kisah Inspiratif: Shalom, Umur 6 Tahun Sudah Operasi 12 Kali

IMG_1860
Shalom Berpose Balet

Gadis kecil itu terlihat riang bercerita dan bernyanyi di depan publik. Dia tuna rungu dan bicaranya lancar. Shalom Jemima namanya. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah 12 kali berjuang di atas meja operasi.

Continue reading “Kisah Inspiratif: Shalom, Umur 6 Tahun Sudah Operasi 12 Kali”

Kisah Azelia, Remaja Tuli Jago Pidato

IMG_1525

Semua pahit getir perjuangan ayah ibu Azelia tidaklah sia-sia. Gadis yang biasa dipanggil Azel ini membuktikan bahwa tuli tak harus selalu menjadi bisu. Dengan derajat tuli sedang-berat 70-90db, dia mampu dan lancar berbicara, bahkan pidato dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda, atau bercerita dalam Bahasa Arab dan Inggris.

Continue reading “Kisah Azelia, Remaja Tuli Jago Pidato”

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑