Pemberian Rekor MURI pada Haydar.

Hari Kamis 2 Juli 2020, Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Ali Haydar Altway. Santri Madrasah Aliyah Tahfidzul Quran As-Sukarti ini diberi penghargaan rekor MURI sebagai penyintas tuna rungu yang berhasil menghafalkan Al Quran 30 Juz.

“Penghargaan ini saya dedikasikan kepada semua anak disabilitas khususnya tunarungu, untuk mendapatkan tempat yang sejajar di masyarakat dan mempunyai kualitas hidup yang lebih baik,” kata Haydar saat menerima penghargaan MURI.

Pada kesempatan itu, penghargaan diberikan oleh perwakilan MURI, Ari Andriani di Gedung Rekor Dunia Indonesia (Muri) Semarang.

Menurut Ari Andriani, anugerah Rekor Muri diberikan diberikan karena ada pesan yang disampaikan bahwa sebagai penyitas tunarungu bisa berhasil menghafal Al-Quran selama empat tahun di Madarasah Aliyah As-Sukarti dan dinyatakan resmi atas murajaahnya oleh Madrasah. “Hal ini belum pernah di Indonesia, maka ini harus menjadi contoh bagi penyandang disabilitas khususnya tunarungu untuk menghafal Al-Quran,” kata Ari Andriani.

Pada pemberian rekor MURI tersebut hadir beberapa ustadz sekolah Haydar dan kedua orangnya yaitu Ahmad Rifqy dan Nadiya.

Ali Haydar Altway dan kedua orang tuanya yaitu Ahmad Rifqy dan Nadiya.

“Alhamdulillah, Kami papa mama Haydar berterimakasih atas apresiasi yang telah diberikan oleh MURI kepada Haydar,” kata Ahmad Rifqy. Dia berharap penghargaan ini bermanfaat bisa menjadi motivasi buat semua orangtua ABK, khususnya anak terlahir tunarungu.

“Tugas kita sebagai orang tua berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik. Yang dinilai Allah SWT adalah usaha kita. Hasil kita pasrahkan kepadaNYA, karena tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT berkendak,” pungkasnya

Perjuangan Haydar dan keluarganya perlu diteladani. Haydar sendiri memang sosok pelajar yang rajin belajar, penuh dedikasi dan pantang menyerah. Dia sekolah di As-Sukarti dan menghafalkan Al Quran selama 4 tahun.

Haydar terlahir ada gangguan pendengaran sangat berat/ tuna rungu dan kemudian menjalani operasi implan koklea saat umur 4 tahun.

Dengan perjuangan keras, kedua orang tuanya melakukan auditory verbal therapy hingga Haydar bisa fokus mendengar dan bicara. Rupanya Allah SWT memberikan karunia lebih bagi Haydar sehingga bisa jadi Tahfidz Al Quran. Sungguh tak mudah. Yang bertelinga tak ada gangguan apapun saja belum tentu bisa menghafal Quran.

Untuk mengetahui kisah Haydar Haydar sejak kecil, silahkan baca link ini : https://www.google.co.id/amp/s/azizaku.com/2017/10/11/kisah-inspiratif-gangguan-pendengaran-tak-menghalangi-haydar-jadi-penghafal-al-quran/amp/

By Illian Deta Arta Sari/ 7 Juli 2020