Aziza dan Yusuf, 7 Februari 2017
Aziza dan Yusuf, 7 Februari 2017

Anak bungsuku, Aziza, tuli karena kena virus Cytomegalovirus/ CMV saat aku hamil. Virus lain yg cukup banyak menyebabkan tuli congenital atau bawaan di Indonesia adalah Rubella. Sebagai lanjutan tulisanku soal CMV, kali ini kutulis soal Rubella. Virus ini ada di sekitar kita dan sudah ribuan bahkan tak terhitung korbannya. A real silent killer bersama virus dan parasit TORCH lainnya.

Virus Rubella tak hanya menyerang pendengaran, virus ini juga menyerang bagian tubuh lainnya. Namun yang biasa diserang adalah mata, telinga dan jantung. Kadang virus hanya menyerang satu organ saja, tapi juga bisa menyerang mata, jantung telinga dan organ yg lain sekaligus.

Salah satu kenalan di RSCM yang menjadi dekat denganku adalah mbak Warni. Kami sama-sama orang Jogja, sama-sama kelahiran Maret 1980. 😊 Anak keduanya, Yusuf, umur 10 bulan harus bolak-balik ke RSCM karena Yusuf kena dampak di tiga organ yaitu jantung, mata, dan telinga . Yusuf terinfeksi Toxoplasma, Rubella dan CMV saat masih dalam kandungan.

Katarak di mata Yusuf sudah dioperasi dan kini dia memakai kacamata karena plus 15. Alhamdulillah jantungnya yg bocor juga sudah dioperasi. Semua ditanggung BPJS. Sekarang anak ganteng ini sudah memakai ABD. Tetapi Yusuf masih harus mondar-mandir dari Tangerang ke Jakarta untuk memantau semuanya, apalagi berat badannya masih kurang. Selang pun masih terlihat nempel, masuk ke hidungnya untuk membantu minum memasukkan makanan atau susu.

“Saya dan Yusuf biasa berangkat habis subuh jam 5 dari rumah. Dari Tangerang diantar naik motor sama suami, trus suami balik ke Tangerang lagi langsung kerja,” kata mbak Warni yang selalu tersenyum. Pulangnya, mbak Warni dan Yusuf biasa naik bus. Kadang, mereka berdua sampai di rumah jam 9 atau 10 malam karena macet Jakarta ke Tangerang.

Tak menyerah, dan tetap semangat. Itulah yang kutangkap dari mbak Warni. Semoga mbak Warni selalu diberi kekuatan dan kesabaran dan Yusuf mampu melewati semuanya dengan baik. Amiiiiin..

image125

Mempunyai anak difabel bukanlah hal mudah. Sungguh menguras air mata, emosi naik turun, waktu yang banyak dan juga finansial yang tidak sedikit. Apalagi kalau tak ada dukungan keluarga atau ditambah pandangan miring masyarakat. Mempunyai anak dengan satu disabilitas saja sudah berat, apalagi kalau menghadapi double atau multiple disabilities. Sungguh perjuangan yang tak mudah. Karena itulah, seandainya masih bisa mencegah infeksi Rubella dengan vaksin, sebaiknya lakukanlah.

Infeksi Rubella sering dikenal sebagai campak jerman. Cirinya demam seperti kena flu biasa dan nampak merah-merah di kulit. Namun kadang ada juga tidak menunjukkan merah-merah. Untuk orang biasa, infeksi Rubella tidak berdampak parah.

Kalau menginfeksi ibu hamil di trisemester I, kemungkinan janin tertular sangat tinggi. Dampaknya bisa buruk pada janin yaitu congenital Rubella syndrom seperti jantung bocor, mata katarak atau gangguan pendengaran. Namun yang paling sering dijumpai adalah ketulian. Dampak lain misalnya microchepalus, diabetes type 1, retardasi mental (keterbelakangan mental) ataupun radang selaput otak. Selain itu virus Rubella juga bisa mengakibatkan keguguran janin. Sedangkan untuk ibu hamilnya sendiri, virus itu tak berbahaya.

Penularan utamanya virus Rubella lewat udara yang mengandung titik-titik air dari bersin maupun batuk penderita. Berbagi makanan dengan satu sendok atau dari gelas yang sama juga bisa menularkan virus. Selain itu, orang juga bisa terinfeksi Rubella jika setelah tak sengaja memegang barang yang terkontaminasi virus rubella, dia memegang mata, hidung atau mulutnya.

Untuk mencegahnya sebaiknya ibu hamil harus terus menjaga kebersihan tangan, misalnya bawa cairan antiseptik atau sering-sering cuci tangan dengan sabun. Namun pencegahan paling efektif adalah dengan vaksinasi. Sebaiknya anak-anak di vaksin MMR. Kalau pun belum pernah, perempuan usia subur sebelum nikah atau sebelum hamil perlu mendapat vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella).

Vaksinasi ini tidak termasuk vaksin wajib yg disubsidi pemerintah. Tak banyak yang melakukan karena tak tahu betapa pentingnya vaksinasi ini. Seperti diriku tentunya. Aku dulu tak pernah kepikiran sama sekali melakukan vaksin MMR. Alasannya pertama mahal. Kedua, aku dulu terlalu pede semua baik-baik saja dan tak bakal kena TORCH karena sekelilingku semua baik-baik saja. Memang aku nggak kena Rubella, tapi ternyata aku kena virus CMV.. Memang ini takdir, tp seandainya sakit masih bisa dicegah, kenapa tidak? 😊

illian Deta Arta Sari (081282032922)

Baca juga tulisan terkait:

https://azizaku.com/2016/11/30/anakku-aziza-tuli-karena-virus-cmv-waspadai-torch-di-sekitar-kita/

https://azizaku.com/2016/12/29/aziza-telinga-robotnya-dan-pandangan-mata-orang/

https://azizaku.com/2017/01/08/bekerja-atau-tidak-bekerja-dilema-bagi-ibu-dari-anak-difabel/

https://azizaku.com/2016/12/28/akhirnya-saat-operasi-itu-tiba-2/

https://azizaku.com/2016/12/27/pro-kontra-koklea-implan-dan-kenapa-kami-memilihnya/