Cari

Memecah Sunyi Aziza

Perjalanan Untuk Bisa Mendengar dan Berbicara

Tag

tuna rungu

Tips Memilih Implan Koklea

Begitu banyak yang bertanya pada saya bagaimana tips dan caranya memilih implan koklea yang terbaik buat putra-putrinya. Hal ini sungguh bukanlah hal mudah. Berikut ini saya tuliskan beberapa tipsnya tanpa bermaksud mengiklankan salah satu brand.

Lanjutkan membaca “Tips Memilih Implan Koklea” β†’

Iklan

Perlunya Cek Ling Six Sound Setiap Hari

Untuk mengoptimalkan kerja Alat bantu dengar (ABD), implan koklea, atau BAHA, pengecekan kemampuan alat perlu dilakukan rutin. Pengecekan sebaiknya tidak usah menunggu Aided FFT (Free Field Test) per 3 bulan. Sebaiknya pengecekan dilakukan tiap hari melalui tes Ling Six Sound sederhana yang bisa dilakukan sendiri.

Lanjutkan membaca “Perlunya Cek Ling Six Sound Setiap Hari” β†’

Suara Untuk Genaro, Sebuah Kado Ulang tahun

Tanggal 20 Januari 2018 adalah hari bersejarah buat Genaro Abyakta Manaf. Tepat seminggu sebelum ulang tahunnya yang ke-2, Genaro menjalani implan koklea di kedua telinganya di RSCM Kencana. Sebuah kado ultah yang menjadi awal baru hidupnya untuk bisa mendengar dengan implan koklea. Berikut ini foto-foto perjalanan genaro dari sebelum implan hingga dibuka perbannya. Semoga Genaro bisa segera mengejar ketinggalannya dan menjadi anak yang hebat nantinya. Amiiin.

IMG_9649
Hari Jumat (19/1), Genaro berangkat dengan riang gembira dari Bogor menuju RSCM 😊.

Lanjutkan membaca “Suara Untuk Genaro, Sebuah Kado Ulang tahun” β†’

Nana Nawangsari, Sosok di Balik Grup Dunia Tak Lagi Sunyi

IMG_8017
Berfoto dengan Surya Sahetapy di acara Diskusi di Yogyakarta

Salah satu komunitas keluarga tuli atau tuna rungu di Indonesia yang terbesar adalah grup Facebook Dunia Tak Lagi Sunyi. Grup Fb ini dibuat tahun 14 Desember 2011 dan sekarang jumlah anggota grupnya mencapai 11,953. Penggagas awalnya adalah Nana Nawangsari, seorang ibu dari anak tuna rungu bernama Rumaizho Az-Zahro.

Lanjutkan membaca “Nana Nawangsari, Sosok di Balik Grup Dunia Tak Lagi Sunyi” β†’

Menanti Huruf ‘i’

exif_temp_image
Aziza dan buku-bukunya serta mainan yang dipakai untuk terapi di rumah..

Senang sekali rasanya saat pertama kali Aziza mengucap kata. Saat itu adalah hari ke-14 paska alat implan kokleanya diaktifkan. Aziza yang awalnya tak bisa mengucap sepatah katapun, akhirnya bisa mengucap ‘mama’. Seiring waktu, kata demi kata pun bisa dia ucapkan. Namun penantian panjang menunggu dia mengucapkan suara huruf ‘i’ cukup mendebarkan dan terasa lama. 😊

Lanjutkan membaca “Menanti Huruf ‘i’” β†’

Udana, Anak yang Berbahasa Isyarat dan Terus Berkarya

IMG_2714

Usianya masih 12 tahun, tetapi anak lelaki ini mantab memilih bahasa isyarat sebagai sarana komunikasinya. Udana Maajid Pratista namanya. Dia bangga berbahasa isyarat dan pilihannya itu tak menghalanginya tetap aktif dalam berbagai kegiatan.

Lanjutkan membaca “Udana, Anak yang Berbahasa Isyarat dan Terus Berkarya” β†’

Kisah Inspiratif: Shalom, Umur 6 Tahun Sudah Operasi 12 Kali

IMG_1860
Shalom Berpose Balet

Gadis kecil itu terlihat riang bercerita dan bernyanyi di depan publik. Dia tuna rungu dan bicaranya lancar. Shalom Jemima namanya. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah 12 kali berjuang di atas meja operasi.

Lanjutkan membaca “Kisah Inspiratif: Shalom, Umur 6 Tahun Sudah Operasi 12 Kali” β†’

Kisah Azelia, Remaja Tuli Jago Pidato

IMG_1525

Semua pahit getir perjuangan ayah ibu Azelia tidaklah sia-sia. Gadis yang biasa dipanggil Azel ini membuktikan bahwa tuli tak harus selalu menjadi bisu. Dengan derajat tuli sedang-berat 70-90db, dia mampu dan lancar berbicara, bahkan pidato dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda, atau bercerita dalam Bahasa Arab dan Inggris.

Lanjutkan membaca “Kisah Azelia, Remaja Tuli Jago Pidato” β†’

Kisah Barraz, Semua Dijual Demi ABD

Pertama Bicara Mengucap “Allah” SWT..

Barraz di Jogjakarta dan Aziza di Jakarta pakai kaos kembaran..

Salah satu sahabat cilik Aziza (3,5 tahun) adalah Barraz Tabrizio Liddien Zubula (4,3 tahun) yang sama-sama tuli sangat berat. Orang tuanya yang sangat sederhana tak menyerah, dan menjual apa saja isi rumah demi beli Alat Bantu Dengar (ABD). Setelah dua tahun pemakaian, kini Barraz makin banyak kemajuan dalam berbicara. Ini sepenggal kisah mereka.

Lanjutkan membaca “Kisah Barraz, Semua Dijual Demi ABD” β†’

Anakku Aziza Tuli Karena Virus CMV.. (Waspadai TORCH di Sekitar Kita)

img_2934
Aziza Selalu Ceria (RSCM, 30 Nov 2016)

Kami tak pernah menyangka dikarunai anak tuli. Syok. Begitulah saat awal kami tahu. Kami tak pernah punya pengalaman berinteraksi dengan anak tuli ataupun orang tua yang anaknya tuli. Kami pun terus belajar, berusaha memberi akses pendengaran dan juga mencari tahu penyebabnya. Akhirnya kami tahu,Β penyebab gangguan pendengaran berat di sel-sel rambut koklea yang dialami anak ketiga kami, Aziza Sakhia Supriyadi (2,7 th) adalah virus CMV (Cytomegalovirus)

Aziza hanya bisa mendengar diatas level 110 db atau setara suara deru pesawat terbang dari dekat. Menurut dokter dan hasil laboratorium, penyebabnya adalah infeksi CMV Β yang diklasifikasikan dalam keluarga virus Herpes. Aziza diduga kuat tertular aku saat dia masih di dalam kandungan.

Lanjutkan membaca “Anakku Aziza Tuli Karena Virus CMV.. (Waspadai TORCH di Sekitar Kita)” β†’

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑