
Pertemuan Aziza dengan Niall Blair, Menteri Perdagangan dan Industri dari New South wales, dimuat di media Australia. Silahkan Klik di sini untuk membaca.

Pertemuan Aziza dengan Niall Blair, Menteri Perdagangan dan Industri dari New South wales, dimuat di media Australia. Silahkan Klik di sini untuk membaca.

Hari ini, 25 Februari 2018 adalah ulang tahun ke-61 sejak operasi cikal bakal teknologi Implan Koklea di dunia dilakukan. Pertama kalinya implan dilakukan 25 Februari 1957 oleh dokter bedah telinga Charles Eyries bersama ilmuan lainnya di Paris.
Lanjutkan membaca “Happy International Cochlear Implant Day 25 February 2018”

Alhamdulillah hari ini Aziza berkesempatan bertemu langsung dengan Niall Blair, the New South Wales Minister for Primary Industries, Minister for Regional Water plus Minister for Trade and Industry Australia. Emak bisa curhat sedikit π. Berikut ini foto-foto Aziza di CTEC tadi.
Aziza sering melihat ibunya berdandan. Biasanya dia pun ikutan dandan di wajahnya sendiri. Tapi semalam dia ingin mendandani emaknya. Hehe. Baiklaaaah, nurut saja sambil ngobrol. Aziza saat ini sudah mulai bisa diajak dialog pendek. Hasilnya? hehehehe kayak orang bengkak-bengkak wajahnya..
Untuk anak tuna rungu, keluarga harus sering mengajak bicara, memberi tahu kosakata baru, meminta menirukan dan bertanya untuk melatih anak mengingat kata serta mendorong spontanitas. Latihan mendengar dan bicara ini bisa dilakukan dalam kegiatan apapun: memasak, berkebun, mencuci baju, mencuci piring, bersih-bersih rumah, merawat binatang dan lainnya. Buat semua orang tua, tetap semangat yaΒ π
Mendongeng atau membaca buku bersama anak tuna rungu sangat penting untuk melatih pendengarannya dan meningkatkan kemampuan bahasanya. Sudahkah kita rutin membaca buku bersama anak? πΒ Atau malah jarang karena anak susah diajak baca buku? Atau malah orang tuanya yang sibuk? π

Aziza berjalan di depan poster luka bekas operasi implan koklea. Dalam hitungan hari, luka kering. Saat ini, luka di belakang telinga Aziza sama sekali tidak terlihat. π

Beberapa orang tua anak dengan gangguan dengar bercerita bahwa anaknya dilarang memakai alat bantu dengar (ABD) sama sekali. Alasannya pendengarannya bisa makin parah. Dulu juga ada yang pernah melarang saya memakaikan ABD pada Aziza. Menghindari radiasi katanya. ABD saja tidak boleh apalagi implanΒ π. Apa benar ABD bisa memperparah pendengaran? Saya pun tergelitik cari informasi, bertanya pada beberapa dokter, bertanya pada sesama ortu dan baca-baca.
Lanjutkan membaca “Apakah ABD Memperburuk Daya Dengar dan Berakibat Buruk Pada Otak?”

Sebagai seorang ibu yang melahirkan, tentu kita ingin mendampingi anak kalau bisa sampai mereka mandiri hingga kita tua nanti. Apalagi punya anak berkebutuhan khusus, tentu kepikirannya dobel. Karena itu kita harus sehat. Salah satunya waspada dan mencegah kanker serviks melalui pap smear dan vaksin HPV.
Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah pembunuh no 1 perempuan Indonesia. π Sudahkah rutin pap smear per 2 tahun? Sudahkah divaksin HPV?

Alat bantu dengar (ABD) atau implan koklea hanyalah alat. Kalau sudah mendengar, berikutnya bagaimana? Alat hanyalah alat, anak tak bisa otomatis langsung bicara. Kemampuan mendengar dan berbicaranya harus dilatih mengejar ketertinggalannya. Berikut ini saya tuliskan apa yang kami lakukan sekeluarga bersama Aziza, sejak awal pemakaian alat baik ABD atau implan koklea.
Semua yang saya lakukan sekeluarga berdasar petunjuk terapisnya yaitu kak Ellen dan juga dari beberapa panduan Auditory Verbal Therapy (AVT) yang saya baca misal dari Warren Estabrooks atau dari bahan-bahan dari internet dan juga diskusi dengan orang tua anak tuna rungu lain. Saya tak akan menjelaskan teori AVT karena bisa dicari sendiri. π Saya tuliskan praktek yang kami lakukan bersama Aziza.

Lanjutkan membaca “Latihan Mendengar dan Berbicara (Sharing Pengalaman Aziza)”
Aziza sekarang suka usil. Tapi usilnya positif, lucu dan menyenangkan. π Dia suka memanggil-manggil orang berulang-ulang dan minta dijawab terus hehe.. ini video dia memanggil simbah yang ngemong.. “mbah.. mbah.. mbah” . Orang tua yang lewat depan rumah juga dipnggil gitu.. kadang manggil-manggi maminya juga .. “mamiii.. mamiiii.. mamiii”.. Rasanya seneng banget denger dipanggil oleh Aziza.. π (Benar, Bahagia itu Sederhana)
10 Februari 2018
Illian Deta Arta sari (081282032922)
Dengan adanya kemajuan teknologi, orang yang terlahir tuli, tiba-tiba kehilangan pendengaran, atau menua sehingga menurun pendengarannya kini bisa mendengar. Seperti anak saya, Aziza yang terlahir tuli dengan derajad gangguan sangat berat tapi saat ini bisa mendengar dengan bantuan implan koklea. Sebelumnya dia sempat memakai ABD super power 2,5 bulan saat persiapan implan. Ada banyak yang bertanya pada saya apa bedanya implan koklea dan ABD. Karena itu saya tuliskan tentang keduanya.