Alhamdulillah, pada hari ke 14 setelah implan aziza diaktifkan, dia bisa mengucapkan “MAMA” meski belum tahu artinya. Aku menepuk dada sambil mengucapkan kata “mama” untuk memberi tahunya bahwa aku adalah mamanya. Tapi, ternyata dia juga menepuk dadanya sendiri dan mengucapkan “mama”. Hehe.. sebuah perkembangan yang menyenangkan.. π

Pada hari ke-8 sesudah ‘switch on’ implan koklea, Aziza mulai meminta memakai sendiri coil di kepalanya. Dia tak mau diasangin. Setelah berhasil, dia terlihat puas. Senangnyaaa..

Kapanpun dan kemanapun Aziza pergi, selalu saja ada yang melihat kepala Aziza tanpa kedip, atau bahkan melotot. Tak jarang, orang berbisik-bisik yang tetap saja kudengar. Malukah aku? Tidak.. Β Marahkah aku? Juga tidak.. π
Lanjutkan membaca “Aziza, Telinga Robotnya dan Pandangan Mata Orang..”

Pernah naik roller coaster? Gimana kalau naiknya 7 jam? π¬Buatku, rasanya seperti naik roller coaster selama 7 jam tanpa henti saat aku menunggu operasi koklea implan Aziza, anak ketigaku. Antara senang banget, cemas, takut, gak sabar pengen cepat selesai, berdebar-debar, dan kadang nafas terasa hilang. Air mata pun deras mengalir..
Mungkin tak banyak yg tahu suamiku karena memang dia tdk main facebook, twitter dll & nyaris gak pernah ikut dlm dunia kerjaanku. Slama ini yg sering kuposting adalah aku & Aziza. Karena itu kubuatlah video semenit ini. Pesan lagu “Father and Daughter” ini mewakili pesan suamiku yg tidak terucap & mungkin pesan ayah di manapun pd anak perempuannya. π. Dear suamiku, aku padamu. π
Selamat hari ibu dan hari perempuan buat semua teman perempuanku, plus buat semua lelaki yg mendukung istrinya π.. Buatku, sebagai ibu dr tiga anak yang harus ngalami hal berat, aku nggak bisa berdiri tegak sampai hari ini tanpa suamiku yang berjuang sama-sama.Β (Buat yg mau kasih komen atas video ini atau pesan buat suamiku, tulis ya.. ntar kusampaikan.. hehe π¬)

Memutuskan implan koklea pada anak bungsuku Aziza (2 th 3 bl) tidaklah semudah membalik telapak tangan. Sebuah keputusan yang sangat besar karena menyangkut keseluruhan hidup Aziza sampai dia meninggal nanti. Banyak pertimbangan yang mendasari aku dan suami mengambil keputusan itu. Hati pun harus kuat di tengah pro kontra implan.
Lanjutkan membaca “Pro Kontra Koklea Implan dan Kenapa Kami Memilihnya”

Ada beberapa orang yg berpikir bahwa setelah implan koklea di kepala tgl 9 Desember 2016, Aziza lantas otomatis mendengar tanpa alat luar. Tidak.. Tidak seperti itu. Jadi Aziza tetap pakai sound processor yang tampak seperti robot. π.

Aku dan suami melalui diskusi yang panjang hingga akhirnya memutuskan operasi koklea implan pada Aziza. Mengambil keputusan itu bukan hal mudah karena menyangkut masa depan Aziza yang akan memakai alat implan dan sound processor di kepalanya seumur hidupnya. Selain itu uang memang kendala, karena kami tidak mempunyai banyak tabungan. Namun tangan Tuhan membantu meringankan beban kami. Dengan dibantu banyak orang, akhirnya donasi bisa terkumpul untuk operasi implan di satu telinga Aziza.
