Pada hari ke-8 sesudah ‘switch on’ implan koklea, Aziza mulai meminta memakai sendiri coil di kepalanya. Dia tak mau diasangin. Setelah berhasil, dia terlihat puas. Senangnyaaa..

Alat implan Aziza diaktifkan tanggal 23 Desember 2016. Saat itu dia menangis karena takut dan belum pernah memakainya. Sepulang dari ‘switch on’ di RSCM dan di Kasoem Hearing Center, dia tidur karena kecapekan menangis. Sore hari kami gagal memakaikan karena dia tidak mau. Malam harinya, badannya sempat hangat.

Sehari sesudah ‘switch on’ implannya, aku berusaha memakaikan alatnya. Namun Aziza tetap ketakutan dan menolak. Dia menggunakan isyarat tangannya untuk menunjukkan tidak mau sambil menangis.

Mamahku mencoba menghentikanku membujuk Aziza. “Jangan dipaksa. Kasian. Tunggu dia mau,” kata mamahku. Pengasuh Aziza pun mencoba ‘melindungi’ Aziza. “Jangan dipaksa bu..” katanya. Alhasil gagallah usahaku memakaikan sound processor Aziza.

Sabtu (24/12) pagi itu, aku pun meminta suami turun tangan. Ternyata nggak mempan juga. Aziza tetap menangis ketakutan setiap melihat sound processor dan kelengkapannya. Suami pun usul ngajak Aziza ke Ancol dan membujuknya di sana.

Saat sampai di Ancol, di tempat bermain ayunan, kami coba membujuk Aziza lagi. Tetap tak berhasil. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜….. Sampai selesai bermain, Aziza tetap menolak. Suami akhirnya luluh dengan tangisan Aziza. “Ya sudah kita pulang saja. Mungkin di rumah mau,” katanya.

Laaaaaah.. bukankan pagi itu kami ke Ancol karena Aziza tidak mau memakai alatnya saat di rumah?.. duh ย ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข.. Sempat gemes sama suami.. “Gimana aku mau memakaikan kalau semua orang nggak tega?” kataku.. “Mamah mencegah maksa, simbah pengasuh berusaha menunda juga. Sekarang ditambah lagi,” tambahku sedih.. jreeeeeeng dalam benakku dah campur-campur lagi rasanya.

Aku jelaskan ke suami, kalau nggak dibiasakan ya nggak akan biasa juga.ย Sesampainya di rumah, akhirnya aku dan suamiku memaksa memakaikan alat di kepalanya. Dia nangis sebentar, sekitar lima menitan.

Ternyata langkah itu manjur. Sejak hari itu Aziza tak pernah menolak lagi. Mungkin dia tahu, kalapun menolak, kami tetap akan memakaikan. Hehehe.. the power of nangisnya tidak mempan.. ๐Ÿ˜ฌ

Ternyata eh ternyata, pada hari ke-3 dia justru meminta sendiri alatnya dipasang sata dia bangun pagi. Duh senangnyaaaa..ย Tentu dia masih pakai bahasa isyarat menunjuk telinga dan ke atas meja tempat kami meletakkan semua perlengkapan sound processor Aziza. Mungkin dia sudah sadar kalau dengan memakai alat itu, dia bisa medengar suara-suara di sekelilingnya. Sudah butuh.. ๐Ÿ˜Š

Selanjutnya, pada hari ke-8 yaitu tanggal 30 Desember, dia meminta memasang sendiri coil yang menempel ke kepalanya. Dia terlihat puas bisa memakai sendiri hehehe.. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Alhamdulillah, terus ada kemajuan.

Illian Deta Arta sari

081282032922