Dalam hidup, perbedaan itu wajar dan sepatutnya saling menghargai. Tapi tak jarang kita ketemu orang yang sok paling benar. Termasuk dalam memilih jalan buat anaknya. Ada manusia-manusia anti implan yang suka nyinyir. Ortu implan dinyinyirin, pilihan belajar bahasa verbal juga dinyinyirin. 😬Seolah pilihan mereka yang bukan kami pilih adalah mutlak yang terbaik, paling mulia derajadnya. Duh πŸ™„.. Senyumin aja. 😊 Mungkin kebahagiaannya adalah nyinyir pada orang lain meski senasib: tuna rungu atau punya anak tuna rungu. Bismillah, saya terus Mencoba maklum dan sabar. Orang yang sabar tentu disayang Tuhan. Hehe amiin. 😍 Hempaskan omongan nyinyir. πŸ’„πŸ’‹πŸ’… 😊 #JustSaying

(NB: Aziza saat ini terus belajar berbahasa verbal dengan metode menyenangkan. Dia masih menyusun kalimat panjang. Sama sekali tak menyiksa. Semua dilakukan dengan bermain, kapan saja di mana saja. Semua bisa dilihat dari foto, video atau tulisan di blog. Aziza anak yang ceria dan happy selalu. Saat ini kami sebagai orang tua berusaha semaksimal mungkin melakukan apa yang bisa kami lakukan. Semoga dengan kemampuan verbalnya, kelak Aziza bisa meraih semua impiannya melebihi bapak ibunya. Amiiin. Doa yang sama buat semua anak implan dan ortunya yang juga dinyinyiri.. 😘 Amiin πŸ™)

IMG_5943