Keberhasilan seorang anak tuna rungu untuk bisa berbicara dengan metode Auditory Verbal therapy (AVT) dipengaruhi berbagai faktor. Ada seorang anak yang terlihat cepat kemampuan bicaranya setelah terapi dan ada juga yang penambahannya tidak cukup terlihat jelas. Ada yang tak puas dan menyalahkan alat. Padahal keberhasilan bicara anak tak semata-mata soal alat saja.

Berikut ini saya tuliskan faktor-faktor keberhasilan AVT berdasarkan sharing di grup whatsapp keluarga Kasoem dan juga berdasar buku 50 FaQs About AVT ditulis Warren Estabrooks, pendiri AVT:

1. Usia anak ketika didiagnosis.
2. Usia anak saat mengalami gangguan pendengaran.
3. Riwayat/sejarah/ terjadinya gangguan pendengaran. Apakah sejak lahir bawaan sejak dalam kandungan, atau tumbuh dulu kemudian saat balita atau dalam perjalannnya ada gangguan tapi sudah sempat dapat bahasa.
3. Derajat Gangguan Dengar/level.
4. Jenis gangguan dengar.
5. Sisa pendengaran
6. Usia saat memakai alat bantu dengar yang memadai/ memakai implan.
7. Efektivitas dari penggunaan ABM & Teknologi Pendengaran yang sesuai kebutuhan gangguan dengar.
8. Optimalnya Manajemen Audiologi.
9. Kesehatan anak secara umum (ada tidaknya masalah penyerta)
10. Faktor keluarga
Partisipasi aktif dari anggota keluarga dan lingkungannya (termasuk siapa yang mengasuhnya kalau ortu bekerja). Kemampuan keluarga dalam melakukan terapi sendiri di rumah dan kemampuan memahami karakter serta watak anak sangatlah penting.

11. Kemampuan terapis
12. Gaya belajar anak
13. Kecerdasan anak

Apa lagi yaa… Ada yang bisa Bantu melengkapi?